Fuad Benardi Tanggapi Perbandingan Eri dan Risma Saat Tangani Banjir

Fuad Benardi Tanggapi Perbandingan Eri dan Risma Saat Tangani BanjirSurabaya, (DOC) – Anak sulung Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Fuad Benardi tanggapi banjir yang di lontarkan netizen. Terkait perbandingan Wali Kota Eri Cahyadi dan ibunya soal penanganan banjir di Surabaya.

Dalam penjelasannya, Fuad membeberkan bahwa Risma yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Surabaya periode 2010-2020, masih-lah manusia yang memiliki kekurangan.

Bacaan Lainnya

“Sehebat-hebatnya bu Risma dulu, pasti juga ada PR yang harus di jalankan. Nah itulah tujuan dia merekomendasikan pak Eri. Supaya apa yang sudah di lakukan bisa di lanjutkan oleh pak Wali Kota yang sekarang,” ungkap Fuad Benardi, Sabtu(6/4/2024) .

Fuad mengungkapkan, jika dukungan ibunya ke Wali Kota Eri Cahyadi adalah untuk meneruskan kebaikan yang telah di jalankannya. Mengingat ‘Bu Risma’, sambung Fuad, sudah menjabat selama 2 periode.

“Artinya, permasalahan banjir ini sudah menjadi PR bagi Eri untuk di tangani. Supaya apa yang belum sempat di selesaikan oleh bu Risma dapat di lanjutkan,” ujarnya.

Banjir adalah Permasalahan Sejak Lama

Calon Anggota Legislatif (Caleg) terpilih yang akan duduk di DPRD Jawa Timur ini menegaskan, dengan berlanjutnya banjir ini jangan di anggap permasalahan lama yang tidak pernah terselesaikan.

“Itu kan tugas beliau yang harus di tuntaskan. Bukannya menganggap itu adalah hal lama yang tidak di bereskan,” ujar Fuad Benardi tanggapi banjir.

Sebagaimana di ketahui, sejumlah berita banjir di Surabaya mendapatkan berbagai macam reaksi dari netizen. Beberapa dari mereka membandingkan bagaimana Eri Cahyadi dan Tri Rismaharini saat menangani problematika ini.

Pun diberitakan sebelumnya, Eri menyampaikan permohonan maaf atas banjir yang terjadi di kawasan Dukuh Kupang. Ia mengatakan bahwa pengerjaan saluran dan sodetan tersebut sebelumnya sempat di resmikan bersama warga Dukuh Kupang Gang Lebar. Namun, setelah proyek berjalan, terjadi perubahan cuaca secara mendadak sehingga menyebabkan progres pengerjaan terhambat.

Baca Juga:  Wali Kota Surabaya Terima Penghargaan sebagai Akselerator Entas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

“Pada waktu itu tidak hujan, tiga minggu kemarin sudah nggak hujan, maka dari itu kami melakukan pengerjaan proyek. Ketika pengerjaan proyek itu di lakukan, saluran yang kita buat ini kita bendung, kita tutup, lah kok ternyata hujan sangat deras,” papar Eri.

Dirinya juga mengakui, hujan terjadi pada Kamis (4/4/2024) malam tersebut di luar prediksi Pemkot Surabaya. Hal tersebut akhirnya menyebabkan banjir di Dukuh Kupang dan sekitarnya.

“Kemarin kata warga hujannya luar biasa, kita kemudian membendung ini (saluran). Jadi saya mohon maaf karena kemarin di luar prediksi kita,” pungkas Eri.(r6)

Pos terkait