Lumajang,(DOC) – Kabupaten Lumajang kembali dilanda gempa bumi berkekuatan (magnitudo) 4,3 SR, pada Senin dini hari (12/10/2020) sekitar pukul 01.02 WIB.
Gempa tersebut berada di barat daya Lumajang. Pusat gempa berada pada kedalaman 84 Km. Untui titik koordinat gempa yaitu 8,54 Lintang Selatan dan 113,0 Bujur Timur.
Sebelumnya gempa bumi berkekuatan magnitudo 5 SR pernah terjadi pada Selasa 6 Oktober 2020 sekitar pukul 20.52 WIB.
Lokasi gempa berada pada 9.31 Lintang Selatan,112.93 Bujur Timur atau 134 km Barat Daya Lumajang, Jawa Timu dengan berkedalaman 10 Km ini tidak berpotensi tsunami.
Wawan Hadi Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang membenarkan, gempa dengan kekuatan magnitudo 4,3 SR tersebut terasa di wilayah pesisir selatan pantai selatan. “Gempa terasa tapi tidak terdampak,” katanya.
Ia menjelaskan, Gempa bumi di Lumajang juga merupakan bukti riset ITB yang memprediksi sepanjang pantai selatan jawa berpotensi tsunami.
“Iya benar ini berkaitan dengan potensi yang dibilang ITB, bahwa daerah dipesisir selatan tinggi ombak bisa sampau 20 meter. Tapi ketimur ombak mengecil kalau terjadi 12 meter,” ungkap wawan.
BPBD Lumajang sendiri sudah mempunyai alat Warning Receiver System New Generasi (WRS Newgen).
Menurutnya, alat ini sudah bisa mendeteksi informasi kebencanaan secara cepat, sehingga dapat memberikan informasi peringatan dini.
“yang berada di pesisir pantai Selatan sudah ada Desa Tangguh Bencana. Jika semilsal kalau ada deteksi gempa, alat ini sirine berbunyi dan memberikan peringatan dini gempa bumi,” terang Wawan Hadi.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada atas segala peringatan bencana.
Sebab ini bisa dijadikan acuan masyarakat dalam upaya mitigasi guna mengurangi risiko korban.
“Kalau ada gempa lebih dari 20 detik meskipun tidak ada arahan harus lari. Karena kita hanya punya waktu 20 menit. Dan setelah harus cari ketinggian 20 meter itu rumusnya,” pungkas wawan.(Imam)