Surabaya,(DOC) – Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) di awal tahun 2016, memicu Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia(GAPENSI) se-Surabaya menggelar Musyawarah Cabang(Muscab), untuk menyusun strategi menghadapi persaingan bebas para pelaksana kontruksi dari luar negeri.
Muscab GAPENSI yang dilaksanakan di Hotel Mercure, Jl. Raya Darmo Surabaya, Selasa(23/8/2016) pagi, merupakan ke tujuh kalinya dan diikuti oleh ratusan kontruktor anggota GAPENSI.
Ketua GAPENSI Surabaya, Firdaus HB menjelaskan, strategi yang akan disusun yaitu perencanaan akurat yang bekerjasama dengan seluruh elemen khususnya Pemerintah Kota(Pemkot), Kepolisian dan Kejaksaan Negeri(Kejari) Surabaya. “Yang kami harapkan adalah antara GAPENSI dan pemerintah kota serta seluruh jajaran bisa bekerjasama dengan baik dan membuat perencanaan yang se-akurat mungkin agar dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya, Selasa(23/8/2016).
Firdaus mengaku, selama ini GAPENSI selalu melakukan pembinaan dan bimbingan kepada seluruh kontraktor secara rutin. Berbagai macam pelatihan yang diberikan diantaranya, pelatihan tenaga ahli, keterampilan, dan bagaimana membuat pelatihan membayar pajak yang benar. “Jika ada sebuah pelanggaran yang dilakukan kontraktor, itu yang menangani adalah pihak Kepolisian dan Kejari, setelah itu kami akan membacklist perusahaan itu. Untuk itu kami perlu kerjasama,” jelasnya
Bukan hanya organisasi yang memblack-list, melainkan Pemkot Surabaya juga mengeluarkan daftar black-list rekanan kontruksi yang memiliki masalah kwalitas pekerjaan dan standar material. Menurut Firdaus, daftar black-list dikeluarkan per-tahun oleh Pemkot. “Pemkot juga mengeluarkan blacklist pertahun. Jumlahnya hanya belasan saja. Namun masalahnya kontraktor GAPENSI yang di black-list paling banyak. Ya maklum jumlah anggota GAPENSi paling banyak sekitar 700–an,” jelasnya.
Untuk menghadapi MEA, Firdaus mengaku telah berunding dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, agar para kontraktor kita, bukan hanya bersaing di dalam negeri saja, namun juga bisa mendapatkan pekerjaan di negeri luar. “Bu Risma 2 kali datang ke sekertariatan GAPENSI dan mendorong kami untuk terus meningkatkan standar kualitas pekerjaan. Ide kami diterima oleh Bu Risma dan beliau janji akan mengajak kami setiap kunjungan Sister City ke luar negeri,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah Kota(Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan mengungkapkan, dengan adanya persaingan yang sangat ketat ini Pemkot Surabaya akan memfasilitasi GAPENSI salah satunya dengan melakukan kegiatan infrastruktur.
“Nanti dengan adanya berbagai kegiatan ini kami bisa melihat kinerja dari masing masing perusahaan itu. Hal semacam ini juga menjadi poin lebih baik dari kami maupun asoaiasi semacam ini,” pungkasnya.(r7)