Hak Anak Belum Diakomodir Media

Tidak ada komentar 176 views

Surabaya, (DOC) – Seringnya media memuat berita-berita kekerasan dan kriminal, secara tidak langsung membuat anak-anak tahu dan mencoba melakukannya. Mereka dengan mudah meniru karena media memuat dengan gamblang kronologi kejadian.
Kekhawatiran itu disampaikan praktisi media Sirikit Syah MA di acara Temu Jurnalis Untuk Membangun Persepsi Sistem Penyelenggaraan Perlindungan Anak di Jawa Timur, yang di selenggarakan Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur di Hotel Oval, Kamis (9/1/2014).
Sirikit menyayangkan jurnalis tidak memanfaatkan kebebasan media seperti saat ini, justru berita yang disampaikan semua media, sama. Jurnalisnya tidak pernah melakukan investigasi. Dibandingkan zaman orde baru, dimana banyak media dibredel karena tidak sepaham dengan pemerintah, justru membuat jurnalis semakin tertantang untuk menemukan kasus.
Empati jurnalis sudah tidak ada lagi pada kasus perkosaan, pencabulan atau kekerasan pada anak, justru pertanyaan yang diajukan menimbulkan trauma. Kode etik jurnalis seringkali dilanggar.
Hal yang sama juga disampaikan Sinung D Kristanto, Ketua LPA Jatim, bahwa sebagian besar berita tidak disampaikan sebagaimana jeritan hati anak dan harapan kedepannya. “Memang mungkin sulit mendapatkan pernyataan anak, tetapi jurnalis investigatif perlu dikembangkan untuk memperoleh ruh dari informasi yang di sampaikan. Hal ini bukan hanya sekedar untuk mendapatkan empati dari pembaca beritanya tetapi juga untuk memberikan kengerian para calon pelaku kekerasan anak. Berikutnya apalagi kalau berita investigatsi itu dapat melapangkan dada anak yang jadi korban,” ujar Sinung.
Tidak hanya media yang menjadi perbincangan tetapi calon legeslatif yang akan maju pada 9 April pun mendapat sorotan karena tidak ada yang berkomitmen memperjuangkan nasib anak. Sementara jumlah anak sebanyak 31 persen dari jumlah penduduk Jawa Timur, sekitar 40 juta, banyak yang belum mendapat empat Hak Anak. Yakni Hak Hidup, Hak Tumbuh Kembang, Hak Dilindungi dan Hak Berpartisipasi. (yen)