Lumajang, (DOC) – Hutan Gajah Mungkur yang berada di petak 21 H Jati 1967 Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK), Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami kebakaran pada Selasa (13/10/2026) malam.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh petugas Perhutani sekitar pukul 19.00 WIB saat sedang melaksanakan patroli rutin di kawasan hutan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, membenarkan adanya insiden kebakaran di kawasan hutan tersebut.
“Awalnya petugas Perhutani sedang melaksanakan patroli rutin mendapati kepulan asap di petak 21H yang dikelola KHDPK,” kata Isnugroho saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).
Setelah menerima informasi tersebut, tim BPBD Kabupaten Lumajang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemantauan dan bersiaga sebagai langkah antisipasi penyebaran api.
Isnugroho menjelaskan, vegetasi yang terbakar di kawasan Hutan Gajah Mungkur didominasi oleh tanaman jati, semak-semak, ilalang, rumput, serta dedaunan kering yang mudah terbakar.
Hingga saat ini, area hutan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektar. Api dilaporkan bergerak menuju area sekitar lokasi tambang pasir Morodadi.
Meski demikian, Isnugroho memastikan bahwa titik api masih terbilang jauh dari permukiman warga sehingga situasi di pemukiman sekitar masih aman.
“Luas kebakaran mencapai kurang lebih 2 hektar. Api masih jauh dari pemukiman penduduk dan mengarah ke lokasi tambang pasir Morodadi. Lokasi tersebut dipastikan aman,” jelasnya.
Upaya pemadaman api dilakukan oleh petugas gabungan secara manual. Petugas memanfaatkan gepyok dan ranting-ranting pohon basah untuk memadamkan kobaran api.
Selain itu, petugas juga membuat ilaran atau sekat bakar guna mencegah kobaran api terus meluas ke area hutan lainnya.
Hingga Rabu (14/10/2026) siang, api di kawasan hutan tersebut belum sepenuhnya padam. Berdasarkan hasil pengecekan terkini dari pihak Perhutani, masih terdapat beberapa titik api berkapasitas kecil di lokasi.
Sementara itu, penyebab pasti dari kebakaran hutan ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.





