
Jakarta,(DOC) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyalurkan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahap pertama lebih awal pada tahun anggaran 2025. Penyaluran ini di lakukan sejak awal Januari dengan target 98 persen satuan pendidikan di seluruh Indonesia menerima dana sebelum akhir bulan.
Langkah percepatan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan pembelajaran di sekolah, terutama pada awal semester genap. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Anang Ristanto, menjelaskan bahwa pencairan awal ini bertujuan agar sekolah tidak mengalami keterlambatan dalam menjalankan kegiatan operasional rutin.
“Dana BOSP tahap pertama mencakup 50 persen dari total alokasi tahunan. Dengan pencairan lebih cepat, sekolah bisa langsung menggunakan anggaran untuk kebutuhan mendesak seperti pembelian alat tulis, pelatihan guru, hingga perawatan sarana pendidikan,” ujar Anang.
Dari total anggaran BOSP tahun ini yang mencapai Rp59,2 triliun, pemerintah menyiapkan lebih dari Rp29 triliun untuk di salurkan pada tahap awal. Proses penyaluran melibatkan kerja sama erat dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri agar transfer dana ke daerah dapat berlangsung lancar dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kemendikdasmen juga mengimbau pemerintah daerah agar melakukan simulasi dan pengesahan rencana penggunaan anggaran sejak Desember 2024. Hasilnya, hingga menjelang akhir tahun, sebanyak 74 persen sekolah telah menyusun rencana anggaran, dan 57 persen di antaranya telah di sahkan oleh dinas pendidikan setempat.
Dengan percepatan ini, Kemendikdasmen berharap kualitas pembelajaran di awal semester bisa langsung berjalan optimal tanpa terhambat persoalan keuangan. (r6)





