Surabaya,(DOC) – Intruksi libur sekolah selama dua pekan yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah (Pemda) termasuk Pemkot Surabaya, ditanggapi positif Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati.
Keputusan siswa belajar dirumah, adalah langkah preventif dan promotif untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19), sekaligus memberikan pemahaman masyarakat agar waspada dan sadar tentang pentingnya kesehatan sosial.
Menurut politisi partai Gerindra Surabaya ini, intruksi pemerintah tentang libur sekolah, seyogyanya di imbangi dengan update data pasien suspect atau yang positif tertular COVID-19. Begitu juga dengan kesiapan Pemda untuk melakukan perlindungan sosial sesuai standard WHO.
Ajeng menambahkan, dalam waktu dekat ini, dirinya akan menanyakan hal itu kepada Dinas Kesehatan di lingkungan Pemkot Surabaya.
“Selain update data, saya juga ingin menanyakan sejauhmana kesesuaian Pemda dengan WHO yang merekomendasikan melakukan perlindungan sosial, hal ini juga perlu dipertanyakan kesiapan RS(rumah sakit,red) dan Faskes (fasilitas kesehatan,red) di Surabaya,” kata Ajeng, Senin(16/3/2020).
Ajeng menjelaskan, upaya pencegahan penularan COVID-19 seperti yang diamanahkan Undang-Undang(UU) No. 36 tahun 2009, harus melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang terpadu, menyeluruh serta berkesinambungan. Sehingga dirinya setuju dengan peniadaan sementara Car Free Day(CFD) sampai COVID-19 mereda.
“Saya mendukung peniadaan CFD dan peliburan siswa Paud, SD sampai SMP. Ini salah satu upaya mengurangi interaksi di masyarakat untuk meningkatkan potensi sadar kesehatan sosial dari COVID-19. Saran saya tempat cuci tangan wajib diperbanyak, termasuk aliran air dan sabun (hand sanitarizer,red), terutama di pusat keramaian,” tambahnya.
Ia menyatakan, di area Fasum seperti Taman Bungkul dan taman-taman lainnya, hingga sekolah-sekolah perlu ditambah tempat untuk cuci tangan, mengingat di lokasi tersebut masih banyak masyarakat yang masih berinteraksi, terutama di Taman Bungkul.
“Tempat cuci tangan dibuatkan lebih banyak lagi di Sekolahan dan Fasum-Fasum. Kemarin di Taman Bungkul ternyata masih ramai masyarakat Surabaya berkumpul,” paparnya.
“Covid-19 adalah wabah virus baru, sangat bagus sudah ada 15 RS untuk periksa virus itu. Tapi masih banyak prasarana dan sarana yang harus dipastikan dalam penanganan antisipasi corona,” pungkasnya.(robby)




