Ajeng Wira Wati: Tak Ada Ruang untuk Bullying dan Pengeroyokan di Surabaya

Ajeng Wira Wati: Tak Ada Ruang untuk Bullying dan Pengeroyokan di SurabayaSurabaya,(DOC) – Anggota Komisi D DPRD kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menegaskan tidak ada ruang bagi tindakan bullying maupun pengeroyokan di Kota Surabaya.

Menurut Ajeng, semua pihak harus serius mencegah kekerasan, terutama yang melibatkan anak dan remaja. Sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat perlu bergerak bersama.
“Iya bagus mas, bullying dan pengeroyokan tidak ada ruang di Surabaya,” tegas Ajeng, Rabu (18/2/2026).

Bacaan Lainnya

Sebagai anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng mendorong pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah.

Ketua Fraksi Gerindra inmeminta sekolah membentuk kader atau agen persahabatan sebagai penggerak gerakan anti-bullying.
“Sekolah harus serius membentuk kader atau agen persahabatan untuk anti-bullying. Harus ada pelatihan berkelanjutan untuk mereka,” ujarnya.

Ajeng juga meminta masyarakat ikut berperan aktif. Ia mendorong pengaktifan kembali Kampung Pancasila sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai kebersamaan.

Selain itu, ia meminta Balai Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) memberikan pendampingan kepada anak dan orang tua secara maksimal. Ia juga mendorong Rumah Perubahan menjalankan fungsi kuratif agar kasus serupa tidak terulang.

Ajeng berharap sinergi sekolah, keluarga, dan pemerintah kota mampu menekan kasus bullying secara sistematis. Ia ingin Surabaya menjadi kota yang aman dan ramah anak.
“Pencegahan harus berjalan bersama langkah kuratif agar setiap kasus tertangani tuntas dan tidak berulang,” pungkasnya.(r7)

Baca Juga:  Penghuni Surat Ijo Demo DPRD, Tolak Pengesahan Raperda Pengelolaan Aset Kekayaan Daerah

Pos terkait