
Sidoarjo, (DOC) – Pemkab Sidoarjo mengambil langkah berani dengan melipatgandakan kuota penerima beasiswa daerah. Tak tanggung-tanggung, target penerima yang semula hanya berkisar 10.000 orang, kini melonjak drastis menjadi target total 20.000 penerima.
Strategi taktis ini resmi diluncurkan oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, bersama Wakil Bupati Mimik Idayana di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, Kamis (9/7/2026). Langkah masif ini sengaja diambil bukan sekadar sebagai bantuan sosial, melainkan instrumen untuk menekan angka pengangguran terbuka di kalangan lulusan perguruan tinggi.
Bupati Subandi menegaskan bahwa program ini memikul beban moral yang besar. Ia mewanti-wanti agar investasi besar-besaran di sektor pendidikan ini berdampak nyata pada pemutusan rantai kemiskinan, bukan malah melahirkan pengangguran baru yang memegang gelar akademis.
“Investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah investasi pada sumber daya manusia. Kalau anak-anak kita memiliki pendidikan yang baik dan SDM yang unggul, mereka akan memiliki masa depan yang lebih baik sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sidoarjo,” tegas Subandi.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Sidoarjo menyalurkan beasiswa kepada 4.000 penerima yang didistribusikan secara spesifik melalui sejumlah perangkat daerah untuk menjamin ketepatan sasaran. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, merinci sebaran kuota 4.000 beasiswa sebagai berikut:
Disporapar mengelola 1.000 kuota khusus untuk mahasiswa dan pelajar berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Dinas Sosial menyalurkan 1.000 beasiswa yang dibagi rata untuk 500 mahasiswa dan 500 siswa tingkat SMA atau sederajat dari keluarga kurang mampu.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan 1.500 beasiswa penuh bagi anak yatim pada jenjang SD hingga SMP atau sederajat.
Jalur Keagamaan menyediakan 500 kuota sisa yang dikhususkan bagi penghafal kitab suci dan prestasi keagamaan lainnya.
Yudhi Iriyanto memastikan seluruh tahapan seleksi mulai dari verifikasi administrasi hingga pengecekan faktual di lapangan akan dikawal ketat secara transparan demi menghindari salah sasaran.
Program ini pun langsung disambut baik oleh masyarakat. Miftakhul Zulfiansyah, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) asal Sidoarjo yang menerima beasiswa prestasi akademik, mengaku sangat terbantu.
“Terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo. Program ini sangat membantu kami yang sedang menempuh kuliah. Harapannya program ini terus berlanjut secara konsisten agar semakin banyak pelajar di Sidoarjo yang terbantu untuk menggapai cita-citanya,” tutur Miftakhul.





