Jakarta,(DOC) – Pengusaha sekaligus Anggota DPR RI dari Partai NasDem, Rachmat Gobel, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta. Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga melalui akun media sosial resmi.
“Dengan penuh keikhlasan dan duka yang mendalam, kami segenap keluarga besar Bapak Rachmat Gobel menyampaikan bahwa orang yang kami cintai telah berpulang ke rahmatullah,” tulis keluarga dalam pengumuman yang diunggah di Instagram, Jumat (10/7/2026).
Rachmat Gobel lahir pada 3 September 1962. Ia dikenal sebagai penerus Gobel Group, perusahaan yang didirikan ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, pelopor industri elektronik di Indonesia.
Lulusan Ilmu Perdagangan Internasional Chuo University, Jepang, itu memulai karier di dunia usaha pada 1988. Alih-alih langsung menduduki jabatan tinggi, Rachmat mengawali pekerjaannya sebagai tenaga pelatih di pabrik baterai PT National Gobel.
Setelah satu tahun, ia dipercaya menempati posisi manajemen menengah dan bertanggung jawab menyusun perencanaan perusahaan. Kariernya terus berkembang hingga menjadi Asisten Presiden Direktur PT National Gobel, yang kini dikenal sebagai PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group memperpanjang kerja sama patungan (joint venture) dengan Matsushita Electric Industrial Co. Ltd. atau Panasonic. Kerja sama tersebut menjadi salah satu fondasi perkembangan industri elektronik nasional. Rachmat juga mendorong ekspansi perusahaan ke pasar ekspor sejak awal 1990-an.
Selain berkiprah di dunia usaha, Rachmat Gobel juga aktif di berbagai organisasi. Pada 2006, ia dipercaya menjabat Presiden Asosiasi Persahabatan Indonesia–Jepang.
Karier politiknya dimulai saat Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan pada periode 2014–2015. Selanjutnya, pada 2017–2019, ia menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Jepang.
Pada Pemilu 2019, Rachmat Gobel terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem dan kemudian dipercaya sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan duka bagi keluarga, dunia usaha, dan dunia politik Indonesia.(rd)




