Surabaya,(DOC) – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menyampaikan dukungan terhadap rencana Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang tengah mengkaji perluasan program Beasiswa Pemuda Tangguh agar bisa menjangkau mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS). Menurutnya, langkah ini penting untuk membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak Surabaya.
“Beasiswa jenjang kuliah tahun 2025 sudah naik signifikan, dari Rp49 miliar menjadi Rp73 miliar untuk 5.908 mahasiswa Surabaya. Program akses lainnya juga sudah ada, seperti Bibit Unggul di Dinsos untuk GAMIS dan PRAMIS. Kalau bicara PTS, kita bisa sinergikan juga dengan KIP Kuliah dari pemerintah pusat,” jelas Ajeng, Rabu (20/8/2025).
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya ini menilai kebijakan Pemkot patut mendapat apresiasi karena mampu mengimbangi kesempatan pendidikan antara mahasiswa PTN dan PTS. Ia juga menambahkan, dengan adanya beasiswa PTS, Pemkot bisa memperkuat realisasi alokasi minimal 20 persen anggaran pendidikan dalam APBD sebagaimana amanat UU Sisdiknas.
“Program ini bukan hanya membuka kesempatan kuliah, tetapi juga ikut menambah pagu penyediaan anggaran pendidikan 20 persen sesuai ketentuan UU Sisdiknas. Jadi manfaatnya bisa berlapis,” tegas Ajeng.
Ingatkan Efisiensi dan Kekurangan Guru
Meski mendukung penuh, Ajeng menyoroti kondisi keuangan Pemkot Surabaya yang masih terdampak efisiensi. Ia menyebut masih ada pemangkasan anggaran pendidikan sebesar Rp37,9 miliar untuk penyesuaian kegiatan dan pembangunan.
“Kita juga masih menghadapi kekurangan sekitar 1.500 guru SD dan SMP. APBD sebenarnya siap, tetapi kuota formasi dari pusat terbatas. Jadi kebutuhan ini belum bisa sepenuhnya tertangani,” ujarnya.
Ia menekankan, kebijakan beasiswa PTS harus di rencanakan secara matang agar tidak berbenturan dengan kebutuhan mendesak lain di sektor pendidikan.
Respons Wali Kota
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Pemkot serius mengkaji perluasan beasiswa Pemuda Tangguh agar bisa mencakup mahasiswa PTS. Program ini di targetkan bisa mulai berjalan pada tahun 2026.
“Harapannya anak-anak Surabaya yang tidak di terima di PTN tetapi terkendala biaya, tetap bisa melanjutkan kuliah di PTS dengan bantuan Pemkot,” jelas Eri.
Eri menambahkan, penerima beasiswa nantinya tidak hanya menerima bantuan finansial, tetapi juga di wajibkan memiliki komitmen untuk berkontribusi di kampung halamannya.(r7)





