Longsor 8 Meter Gerus Jalur Pronojiwo-Tempursari, Distribusi Hasil Tani Terganggu

Longsor 8 Meter Gerus Jalur Pronojiwo-Tempursari, Distribusi Hasil Tani TergangguLumajang,(DOC) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lumajang memicu longsor di jalur penghubung Pronojiwo–Tempursari, Minggu (1/3/2026) sore. Longsor sedalam 8 meter itu menggerus badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas warga.

Longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di Desa Pundungsari, perbatasan Desa Kaliwuling, Kecamatan Tempursari. Material tanah yang ambles membuat jalan menyempit sehingga kendaraan hanya bisa melintas secara terbatas.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Yudi Cahyono mengatakan, retakan di badan jalan sudah terlihat sejak Sabtu (29/2/2026). Perangkat desa bersama warga langsung memasang pembatas sebagai langkah antisipasi.

“Mulai Sabtu pekan lalu sudah ada retakan. Perangkat desa bersama warga memasang pembatas di lokasi untuk mengurangi risiko,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).

Namun hujan deras yang kembali turun pada Minggu sore memperparah kondisi tanah. Tekanan air membuat struktur tanah melemah hingga akhirnya longsor terjadi.

Berdasarkan asesmen sementara, longsoran memiliki kedalaman sekitar 8 meter, panjang 6 meter, dan lebar kurang lebih 2 meter.

Sistem Buka Tutup dan Ancaman Putus Total

Petugas memberlakukan sistem buka tutup di jalur Pronojiwo–Tempursari. Kendaraan roda empat masih bisa melintas secara bergantian dengan pengawasan ketat.

“Roda empat masih bisa melintas bergantian. Kalau longsor meluas, akses jalan bisa terputus total,” tegas Yudi.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama petani di Kecamatan Tempursari. Mereka kesulitan mengangkut hasil pertanian ke luar kecamatan karena jalan menyempit dan rawan.

“Petani sangat merasakan dampaknya saat membawa hasil panen keluar wilayah,” tambahnya.

BPBD Kabupaten Lumajang memasang sekitar 500 karung pasir di area longsoran. Petugas juga menutup bagian atasnya dengan terpal untuk menahan pergerakan tanah dan mengurangi risiko longsor susulan.

“Petugas memasang 500 sak pasir lalu menutupnya dengan terpal sebagai penanganan darurat sementara,” pungkas Yudi.

Baca Juga:  Delapan Kecamatan di Lumajang Terdampak Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun. Warga juga diminta berhati-hati ketika melintas di jalur rawan longsor guna menghindari risiko kecelakaan. (r7)

Pos terkait