Nganjuk,(DOC) – Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK), Muhadjir Effendy mengunjungi warga terdampak tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa(16/2/2021) petang.
Dalam kunjungannya tersebut, mereka menyampaikan duka kepada keluarga korban.
“Kami ikut berduka cita. Pada keluarga yang ditinggalkan mohon ikhlaskan, keluarga agar sabar,” kata Muhadjir.
Tahun ini, kata dia, intensitas bencana, seperti banjir maupun gempa bumi, cukup tinggi. Terutama banjir dan tanah longsor, akibat terjadinya badai La Nina.
“Dampaknya sangat luas. Karena itu pesan saya kepada warga, terutama di wilayah rentan pada ancaman ini, untuk waspada,” kata dia.
Ia juga menyampaikan terima kasih pada jajaran TNI/Polri, hingga relawan yang telah merelakan waktunya untuk membantu mencari para korban yang dinyatakan hilang tersebut.
Namun, ia juga mengingatkan agar warga mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dengan selalu mengenakan masker. Dirinya tidak ingin dalam musibah ini justru memunculkan klaster baru COVID-19.
Menko PMK Muhajir Effendy bersama Mensos Tri Rismaharini juga memberikan santunan kepada warga terdampak, yakni ahli waris korban meninggal, masing-masing mendapatkan Rp15 juta dan yang luka-luka masing-masing Rp5 juta.
Sebelumnya, di Surabaya, Mensos Risma sempat menyampaikan bahwa kondisi warga, terutama anak-anak sudah mulai membaik.
“Saya dapat kabar sudah membaik. Warga memang sempat trauma,” kata Mensos Risma saat kunjungan ke Gedung PMI Surabaya, Selasa(16/2/2021) siang.
Kemensos nanti juga akan membantu mempercepat relokasi warga yang lebih aman.
“Untuk bantu relokasi warga, itu nunggu lelang mobil Roll Royce,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengatakan petugas terus berupaya keras mencari para korban. Dalam musibah yang terjadi pada Minggu (14/2/2021) itu terdapat delapan rumah warga tertimbun tanah longsor. Selain itu, dua rumah lainnya rusak.
Jumlah penduduk yang terdampak adalah 186 orang. Dari jumlah itu, 21 orang tertimbun tanah longsor.
Sementara itu, untuk hasil pencarian pada Selasa di lokasi tanah longsor itu, dalam operasinya dibagi menjadi dua sektor pencarian dengan lima unit alat berat. Untuk sektor A, lokasinya berada di sisi utara dan sektor B di sisi selatan.
Hasil dari pencarian itu, 21 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang terdapat 14 orang sudah ditemukan. Dari jumlah 14 orang itu, dua orang selamat, sedangkan sisanya meninggal dunia.
“Saat ini yang masih pencarian tujuh orang,” kata Bupati Nganjuk Novi.(hadi/an/r7)



