Lumajang,(DOC) – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Dusun Jatiagung, Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, ketika rumah milik Nenek Satia (72) ambruk pada Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Diduga, atap rumah yang sudah lapuk dan rapuh menjadi penyebab utama robohnya bangunan.
Saat kejadian, korban sedang duduk di dalam rumah dan tertimpa reruntuhan bangunan. Warga sekitar yang mendengar suara runtuhan segera datang membantu, mengevakuasi korban ke Puskesmas Kunir, dan selanjutnya dirujuk ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk perawatan lebih lanjut.
Kepala Desa Jatirejo, Richo Prile Jevise, membenarkan peristiwa tersebut.
“Kondisi rumahnya memang sudah rapuh. Saat kejadian, korban sedang berada di dalam rumah dan tertimpa bagian atap. Ia mengalami luka di kepala dan patah di jari kaki,” ujarnya.
Korban diketahui hidup sebatang kara, karena anak-anaknya merantau ke luar pulau. Setelah kejadian, pihak desa dan warga setempat segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk memberikan bantuan darurat.
Mengetahui peristiwa itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, langsung menjenguk Nenek Satia di RSUD dr. Haryoto. Bupati, yang akrab disapa Bunda Indah, memberikan bantuan uang tunai, sembako, kompor, kasur lipat, dan memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung oleh pemerintah kabupaten.
“Alhamdulillah, beliau masih selamat meskipun mengalami luka di kepala dan patah jari kaki. Rumahnya juga akan segera diperbaiki oleh BPBD,” ungkap Bunda Indah.
Selain itu, Bupati Lumajang menawarkan agar Nenek Satia bisa tinggal di panti lansia, sehingga memperoleh perawatan dan perhatian lebih layak.
“Kami sudah menawari untuk tinggal di panti lansia. Keluarganya masih berunding, tapi kalau beliau mau, tentu akan kami bantu prosesnya,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting tentang kondisi rumah warga lanjut usia dan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan warga yang tinggal di rumah lapuk atau rawan roboh.(r7)





