Lumajang,(DOC) – Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru memicu banjir lahar dingin di Sungai Regoyo, Kecamatan Candipuro, Lumajang hingga akses terputus. Material vulkanik berupa batu dan pasir terbawa arus deras dan menumpuk di jembatan limpas Desa Jugosari, tepatnya di penghubung antara Dusun Sumberkajar dan Dusun Sumberlangsep.
Akibatnya, akses warga terganggu total. Pelajar dari Dusun Sumberlangsep yang hendak menuju SD Negeri Jugosari 03 tak bisa melintasi jembatan dengan aman. Mereka harus menyeberangi sungai yang arusnya deras dan penuh batu tajam.
Melihat kondisi tersebut, anggota Polsek Candipuro langsung bertindak. Setiap pagi dan siang, sejumlah personel polisi membantu para siswa menyeberang sungai. Dengan bergantian, mereka menggendong anak-anak melewati aliran sungai agar tetap bisa sampai ke sekolah dengan selamat.
Kapolsek Candipuro, AKP Lugito, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan pendidikan anak-anak di wilayahnya.
“Kami tidak ingin mereka mengambil risiko menyeberang sendiri. Arus cukup deras dan di penuhi material vulkanik. Ini bagian dari tanggung jawab kemanusiaan kami,” ujar Lugito.
Menurutnya, bantuan ini akan terus dilakukan setiap hari hingga akses yang terputus lahar dingin kembali normal. Polsek Candipuro juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, BPBD, dan instansi terkait lainnya untuk penanganan lebih lanjut dan permanen.
“Keselamatan mereka yang utama, tapi pendidikan juga tidak boleh terhenti. Kami siap membantu selama diperlukan,” tambahnya.
Aksi para anggota kepolisian ini mendapat apresiasi dari warga dan para orang tua. Mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran aparat yang terlibat langsung di lapangan.
“Kalau tidak di bantu polisi, kami khawatir anak-anak celaka. Kami sangat berterima kasih,” ujar Lestari, salah satu orang tua siswa.
Meski jalur menuju sekolah terputus, semangat belajar tetap menyala. Dan di tengah bencana, polisi hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga menjadi jembatan harapan bagi generasi masa depan.(imam)





