15 Rumah Tertimbun Lahar, Penambangan Pasir di Kaki Semeru Disetop

15 Rumah Tertimbun Lahar, Penambangan Pasir di Kaki Semeru Disetop

Lumajang,(DOC) – Pemerintah Kabupaten Lumajang menghentikan sementara seluruh kegiatan pertambangan pasir di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Keputusan ini di ambil karena tingginya potensi bahaya banjir lahar Gunung Semeru yang berulang kali melanda kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, menegaskan bahwa penghentian aktivitas tambang merupakan langkah darurat demi keselamatan warga. Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau lokasi terdampak banjir lahar yang menimbun sedikitnya 15 rumah di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari.

“Untuk aktivitas pertambangan pasir di Jugosari, sementara tidak di perbolehkan lagi karena berbahaya,” ujar Bupati Indah di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa aliran Sungai Regoyo menjadi salah satu titik paling rawan karena sering di lalui banjir lahar dingin Semeru, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi ini di perburuk oleh melimpahnya material vulkanik dari hulu.

Bunda Indah menambahkan bahwa pemerintah desa sudah menyampaikan pengumuman resmi kepada seluruh penambang di Jugosari, baik yang memiliki izin maupun tidak, agar menghentikan operasi.

“Penambang di Jugosari cukup banyak. Meski ada yang berizin, untuk sementara tetap tidak boleh beroperasi sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

Saat ini, fokus utama pemerintah daerah adalah penanganan darurat dan evakuasi warga. Bupati memastikan tidak ada penduduk yang masih berada di zona berisiko tinggi, terutama di Dusun Sumberlangsep yang berada pada dataran rendah dan di nilai tidak aman.

Di sisi lain, Pemkab Lumajang tetap melakukan perbaikan dan penataan jalur lahar untuk meminimalkan risiko, meski upaya tersebut memiliki banyak keterbatasan.

“Sekalipun jalur lahar di perbaiki, kalau lahar datang tetap bisa tertutup lagi karena material dari atas sangat banyak,” jelas Bunda Indah.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat BMKG memprediksi potensi hujan intensitas tinggi masih akan berlangsung hingga akhir bulan.

“Ini menjadi peringatan bagi kita semua, khususnya warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan lereng Gunung Semeru,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait