Jakarta (DOC) – Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah pola pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari dalam seminggu menjadi lima hari, sesuai dengan hari aktif belajar peserta didik di sekolah.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya, menjelaskan penyesuaian pola distribusi MBG tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, tanpa mengurangi kualitas layanan dan pemenuhan gizi.
“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” ujarnya, dikutip Minggu (31/5/2026).
Ia menegaskan, penerapan kebijakan tersebut bertujuan agar distribusi MBG lebih efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di lapangan.
Ke depannya, kata Sony, pendistribusian MBG hanya dilakukan saat peserta didik berada di sekolah dan melakukan kegiatan belajar mengajar.
“Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” ucapnya.
Perubahan lain dalam distribusi adalah penghentian sistem bundling makanan. Sebelumnya, sistem bundling diterapkan saat siswa terdapat hari libur sekolah di tengah pekan.
Dalam sistem bundling, makanan yang merupakan jatah saat hari sekolah libur dibagikan lebih awal dalam bentuk paket yang dibawa pulang oleh siswa.
“Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi,” kata Sony.
Langkah efisiensi yang dilakukan BGN tersebut, kata dia, tidak berdampak pada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas layanan pemenuhan gizi kepada penerima manfaat Program MBG.
“Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien,” tandasnya. (rd)