
Surabaya, (DOC) – Momen peringatan Maulid Nabi menjadi berbeda bagi 29 siswa berprestasi dan penghafal Al-Qur’an (tahfidz) dari keluarga dhuafa di Jawa Timur. Asa mereka untuk terus menimba ilmu mendapat dorongan nyata melalui penyaluran program Beasiswa TUNAS (Tumbuhkan Asa Siswa) dengan total nilai bantuan mencapai Rp50 juta.
Inisiatif sosial yang diusung JNE Surabaya ini, membakar semangat para pelajar di tengah keterbatasan ekonomi. Bantuan pendidikan tersebut didistribusikan secara kolaboratif melalui empat lembaga pendamping di berbagai daerah Jawa Timur, yakni Lazis Al Haromain (12 siswa), Lembaga Manajemen Infaq/LMI (10 siswa), SMPS Attanwir Sampang (4 siswa), dan Yayasan Yatim Mandiri Lamongan (3 siswa).
Proses penyerahan bantuan dilakukan secara komprehensif, baik secara langsung di kawasan metropolitan Surabaya maupun lewat jaringan perwakilan daerah.
Kepala Cabang Surabaya, Adhitya Rizkiwahana, turun langsung menyerahkan beasiswa di dua titik Surabaya, yakni PPTQ Al Basuni di Jalan Peneleh V serta Kantor Pusat LMI di Jalan Barata Jaya XXII.
Sedangkan untuk area Lamongan dan Sampang, penyaluran dikawal langsung oleh perwakilan setempat sesuai domisili para penerima manfaat.
Adhitya Rizkiwahana menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mengawal tumbuh kembang generasi muda. Pihaknya ingin memastikan keterbatasan finansial tidak menjadi penghalang bagi para siswa berprestasi dan para penjaga ayat suci untuk meraih cita-cita mereka.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan kami ingin menjadi bagian dari perjalanan mereka meraih masa depan yang lebih baik. Dukungan ini diharapkan membuat para siswa bisa lebih fokus belajar dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki,” ujar Adhitya saat penyerahan bantuan, Kamis (3/9/2026).
Rasa haru dan syukur terpancar dari para penerima manfaat, salah satunya Muhammad Al-Faruq. Siswa SMA Muhammadiyah 1 Surabaya yang lolos melalui jalur tahfidz ini mengaku bantuan tersebut sangat meringankan beban operasional sekolah dan kebutuhan penunjang belajarnya.
“Terima kasih. Saya sangat bersyukur terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa jalur tahfidz. Beasiswa ini sangat mendukung kebutuhan dan kegiatan belajar saya,” ungkap Al-Faruq penuh haru.
Program TUNAS ini, diharapkan terus berlanjut sebagai komitmen nyata dunia usaha dalam mendorong pemerataan akses pendidikan dan melahirkan generasi unggul di masa depan.




