Kisah Sharifatul, Hafizah 30 Juz Anak Petani yang Bebaskan Orang Tua dari Biaya Kuliah Berkat Beasiswa Lumajang

Kisah Sharifatul, Hafizah 30 Juz Anak Petani yang Bebaskan Orang Tua dari Biaya Kuliah Berkat Beasiswa Lumajang
Pemberian beasiswa kepada Sharifatul, penghapal 30 Juz Al-Qur’an. (Foto: Ist)

Lumajang, (DOC) – Senyum bahagia tak mampu disembunyikan dari wajah Sharifatul Ummah Kirdausi. Mahasiswi Universitas Jember (UNEJ) asal Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, ini menjadi salah satu dari 114 mahasiswa yang menerima penyerahan bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

Bagi Sharifatul, bantuan tersebut bukan sekadar angka. Sebagai putri dari pasangan petani dan ibu rumah tangga, beasiswa senilai Rp7,2 juta per semester ini menjadi penopang utama jalannya menggapai gelar sarjana tanpa membebani orang tua.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, beasiswa ini terus berlanjut. Selama kuliah di Jember, orang tua saya sudah tidak perlu mengirim uang lagi. Semua kebutuhan utama dari UKT Rp2,5 juta hingga biaya hidup sudah tercukupi. Orang tua hanya bantu sedikit kalau ada kebutuhan yang benar-benar mendesak,” ungkap mahasiswi yang kini tengah berjuang menyelesaikan skripsinya tersebut.

Perjalanan Sharifatul meraih beasiswa ini pun terbilang istimewa. Tak sekadar mengandalkan kriteria ekonomi, ia berhasil membuktikan kemampuannya sebagai hafizah Al-Qur’an 30 juz melalui seleksi ketat yang diuji langsung oleh para kiai hafiz di Lumajang.

Kisah Sharifatul menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Lumajang dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi anak daerah berprestasi. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tak boleh menjadi penghalang untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

“Modalnya hanya satu belajar yang rajin, pintar, dan punya semangat. Peluang beasiswa sekarang sangat terbuka lebar. Kami berharap capaian ini jadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk lulus tepat waktu, bahkan kalau bisa 3,5 tahun,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut, Minggu (2/8/2026).

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, menambahkan bahwa pada periode ini terdapat 184 pendaftar, dan 114 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi. Pada tahun ajaran baru ini, Pemkab Lumajang kembali menyiapkan kuota beasiswa hingga 100 mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu, khususnya yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri dengan alokasi Rp6 juta per semester selama maksimal delapan semester.

Baca Juga:  Bupati Thoriqul Haq Berharap Mahameru Akustik Menjadi Event Tahunan di Lumajang

Bagi Sharifatul, kepedulian daerah telah mengubah masa depannya. Ia pun menaruh harapan besar agar program ini terus menyala bagi generasi penerus.

“Semoga beasiswa ini tetap berlanjut untuk adik-adik berikutnya, terutama yang kurang mampu tetapi berprestasi, agar mereka bisa mengejar cita-cita tanpa terbebani kondisi ekonomi,” pungkas Sharifatul penuh harap.

Pos terkait