Antisipasi Lahar Semeru, Tanggul 10 Meter Dikebut di Gladak Perak

Antisipasi Lahar Semeru, Tanggul 10 Meter Dikebut di Gladak Perak
Ilustrasi puncak Gunung Semeru. (Foto: Ist)

Lumajang, (DOC)Bom waktu berupa 36 juta meter kubik material vulkanik mengancam puncak Gunung Semeru. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang kini bersiap mengantisipasi potensi pergerakan material skala besar yang berisiko menerjang pemukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, membeberkan bahwa tumpukan material di bukaan Kawah Jonggring Saloko yang mengarah ke tenggara tersebut telah memadat dan memenuhi jalur hingga kilometer 2.000.

Bacaan Lainnya

Ancaman terbesar saat ini bergeser pada potensi Awan Panas Guguran (APG) yang diprediksi bisa membelok ke arah timur jika jalur bukaan kawah jebol.

“Apabila terjadi APG, selain ke DAS Curah Kobokan, material berpotensi lari ke timur karena tumpukan endapan di bukaan kawah. Jalur itu bisa menerjang Kebon Seket, Desa Sumbermujur, hingga Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro. Ini yang wajib kita waspadai,” tegas Isnugroho, Jumat (11/9/2026).

Untuk membendung ancaman ke arah timur, pemerintah tengah mengebut pembangunan tanggul setinggi 10 meter di kawasan timur Gladak Perak yang ditargetkan rampung pada 2027.

Sementara untuk ancaman banjir lahar dingin, jalur DAS Curah Kobokan dinilai masih relatif aman menampung material karena telah diperkuat sabuk dam dan memiliki kedalaman hingga 40 meter.

Meski begitu, BPBD Lumajang meluruskan kepanikan warga terkait istilah erupsi yang kerap beredar di media sosial. Isnugroho menegaskan bahwa erupsi Gunung Semeru sebenarnya terjadi setiap hari dalam bentuk letusan kecil, hembusan, maupun guguran lava pijar. Bahaya utama yang perlu diwaspadai masyarakat adalah APG yang membawa material panas berkecepatan tinggi.

Untuk menghadapi skenario terburuk, BPBD menyiagakan petugas pemantau selama 24 jam penuh serta mengaktifkan sirine peringatan dini di wilayah rawan seperti Curah Kobokan, Oro-Oro Ombo, dan Bukit Padat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, memantau aplikasi peringatan dini resmi, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu liar.

Pos terkait