
Tuban, (DOC) – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat kapasitas jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tuban-Kerek. Langkah strategis ini dilakukan untuk menopang lonjakan kebutuhan listrik di kawasan industri Tuban yang diproyeksikan menembus 526 MVA pada tahun 2028.
Kepastian peningkatan kapasitas tersebut ditandai dengan berhasil dilakukannya pemberian tegangan (energize) pada SUTT 150 kV Tuban-Kerek Line #2 sepanjang 13,822 kilometer sirkuit (kms) pada 4 September 2026, menyusul keberhasilan energize Line #1 pada 12 Agustus 2026.
Melalui proyek rekonduktoring ini, kemampuan daya salur jaringan listrik meningkat drastis hingga sekitar 1.500 ampere.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengungkapkan bahwa penguatan infrastruktur transmisi ini sangat krusial, terlebih untuk menyambut rencana penyambungan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang membutuhkan pasokan daya masif hingga 260 MVA.
“Berdasarkan kajian teknis, rekonduktoring ini merupakan langkah strategis dan tepat sasaran untuk mengakomodasi peningkatan beban pada jaringan eksisting. Selain meningkatkan kapasitas, pekerjaan ini memperkuat keandalan sistem penyaluran tenaga listrik agar PLN semakin siap mendukung pertumbuhan beban hingga 526 MVA pada 2028,” tegas Ika, Jumat (11/9/2026).
Bagi industri manufaktur dan petrokimia, kepastian pasokan listrik yang stabil tanpa kedip (zero downtime) merupakan fondasi utama keberlangsungan operasional mesin dan kepastian investasi.
Sementara itu, Vice President Konstruksi dan Pemeliharaan Transmisi Sumatera Jawa Bali, Anton Junaidi, menegaskan bahwa rampungnya proyek ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mengawal pertumbuhan ekonomi nasional.
“Terlaksananya rekonduktoring SUTT 150 kV Tuban-Kerek Line #2 diharapkan dapat memberikan pengalaman layanan yang semakin baik bagi pelanggan industri dan tegangan tinggi di Tuban dan sekitarnya,” tutur Anton.
Proses rekonduktoring yang melibatkan penarikan kawat konduktor baru hingga pengujian pengoperasian ini berhasil diselesaikan tanpa memakan korban jiwa. Penerapan ketat prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Standar Operasional Prosedur (SOP) memastikan proyek vital ini tuntas dengan catatan zero accident.
Dengan beroperasinya penuh dua sirkuit SUTT 150 kV Tuban-Kerek, PLN tidak hanya menambah kapasitas megawatt di atas kertas, tetapi juga memberikan jaminan kepastian iklim investasi yang kondusif bagi pertumbuhan dunia usaha di Jawa Timur.





