
Surabaya, (DOC) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur bersama Kadin Surabaya resmi menggandeng raksasa e-commerce global, Alibaba, untuk memboyong produk UMKM Jawa Timur menembus pasar internasional. Lewat kolaborasi strategis bertajuk “Bring East Java Products to 200 Countries Worldwide” di Graha Kadin Jatim, Kamis (3/9/2026) produk unggulan daerah ditargetkan langsung terhubung dengan puluhan juta pembeli mancanegara.
Indonesia Country Manager Alibaba, Ryan Liu, menegaskan bahwa Surabaya merupakan pusat pertumbuhan ekonomi yang dinamis dengan komoditas ekspor yang sangat kuat, mulai dari makanan-minuman, kopi, produk kayu, hingga furnitur. Platform e-commerce B2B Alibaba siap menghubungkan para UMKM Jatim ke lebih dari 200 negara, memfasilitasi akses ke 50 juta pembeli global dan 200 ribu pemasok.
“Kami tidak hanya mengenalkan platform digital, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan mendalam agar pelaku usaha memahami standar serta karakter pembeli internasional,” ujar Ryan.
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menyampaikan bahwa Kadin Jatim akan menyaring ketat kualifikasi UMKM sebelum diunggah (onboarding) ke sistem Alibaba. Kadin mematok target sedikitnya 100 UMKM Jatim dapat masuk ke rantai pasok global Alibaba dalam kurun waktu satu tahun, atau sekitar 8–10 UMKM setiap bulannya.
“UMKM harus memahami standar kualitas pasar global, termasuk kepastian volume pasokan yang konsisten,” tegas Adik.
Wakil Ketua Kadin Surabaya, Medy Prakoso, menambahkan bahwa Alibaba menyediakan fasilitas krusial seperti kurasi produk, akses pasar, hingga jaminan keamanan pembayaran. Sektor hortikultura, kriya, dan furnitur diproyeksikan menjadi komoditas paling berpotensi, selama aspek legalitas dan perizinan ekspor terpenuhi.
Langkah ekspansi ini mendapat dukungan penuh dari Pemprov Jatim. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, mengingatkan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi mencapai 60 persen terhadap PDRB Jawa Timur.
“Jangan hanya puas menjadi pemain lokal di Surabaya atau Jawa Timur. Manfaatkan platform global ini untuk memperluas daya saing dan menembus rantai perdagangan dunia,” tutur Endy.





