
Surabaya, (DOC) – Lima Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya berhasil meraih penghargaan Public Service for Impact of The Year Jawa Timur 2026. Apresiasi tersebut diserahkan dalam ajang Surabaya Marketing Festival di The Sheraton Hotel Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas, inovasi, serta dampak pelayanan publik Pemkot Surabaya yang dinilai responsif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Adapun lima PD penerima penghargaan tersebut meliputi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).
Kepala Dinkominfo Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa penghargaan ini didasarkan pada evaluasi independen oleh MarkPlus. Penilaian tidak sekadar meninjau aspek administrasi atau paparan internal, melainkan berfokus pada pengalaman pelayanan langsung di lapangan (mystery shopping).
“Penilaian dilakukan secara independen, bahkan tanpa sepengetahuan Pemkot Surabaya. Tim penilai melihat langsung bagaimana pelayanan diberikan secara riil kepada masyarakat,” ujar Eddy.
Beberapa indikator utama yang dinilai mencakup kecepatan respons DPKP melalui Layanan Command Center 112, pelayanan kependudukan Disdukcapil, kemudahan perizinan di DPMPTSP, hingga percepatan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) oleh DPRKPP. Selain itu, kecepatan penanganan pengaduan warga dengan target tindak lanjut maksimal 1×24 jam serta sentiment analysiswarga di media sosial turut menjadi bobot penilaian.
Meski berhasil menyabet penghargaan, Eddy menekankan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri. Sebagai kota metropolitan yang heterogen, layanan di Surabaya dituntut untuk terus bertransformasi menjadi lebih inklusif.
“Pelayanan publik di Surabaya harus inklusif dan ramah bagi semua golongan, termasuk penyandang disabilitas dan lansia,” tegasnya.
Sebagai langkah ke depan, Pemkot Surabaya tengah memperkuat digitalisasi lewat pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta integrasi sistem berbasis ‘Satu Data dan Satu Peta’. Salah satu perintisnya adalah DPMPTSP yang mulai menerapkan AI dalam proses perizinan.
“Satu Data dan Satu Peta ini akan menjadi fondasi utama perencanaan pembangunan. Dengan data presisi, intervensi kebijakan seperti pengentasan pengangguran bisa langsung menyasar warga yang membutuhkan secara by name by address,” pungkas Eddy.





