PLN Ubah Sampah Desa Olehsari Banyuwangi Jadi Bahan Bakar Pengganti Batu Bara PLTU Paiton

 

PLN Ubah Sampah Desa Olehsari Banyuwangi Jadi Bahan Bakar Pengganti Batu Bara PLTU Paiton
PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mempercepat transisi energi hijau. (Foto: Ist)

Banyuwangi, (DOC)PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mempercepat transisi energi hijau dengan menyulap sampah rumah tangga di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi, menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa.

Bacaan Lainnya

Langkah ini ditargetkan mampu memangkas timbunan sampah sekaligus menjadi pasokan substitusi batu bara untuk PLTU Paiton.

Pengembangan teknologi pengolahan limbah menjadi energi bernilai ekonomi ini disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli kepada Yayasan Rijig Pradana Wetan, bekerja sama dengan Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, kepada Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji, serta disaksikan oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Desa Olehsari.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa RDF Biomassa menjadi solusi atas dua persoalan utama sekaligus, yakni penanganan krisis sampah dan penyediaan sumber energi bersih.

“Program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pengembangan energi hijau sekaligus menciptakan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Ika, Sabtu (25/7/2026).

Saat ini, fasilitas pengolahan di Desa Olehsari mampu mengolah hingga 10 ton sampah per hari. Produk RDF yang dihasilkan siap dimanfaatkan sebagai bahan bakar pendamping batu bara di pembangkit listrik maupun sektor industri seperti pabrik semen dan gula.

Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji, menyampaikan optimismenya terhadap dampak ekonomi sirkular bagi warga lokal. Untuk mengoptimalkan kapasitas produksi, pihak yayasan berencana memperluas jangkauan pemungutan sampah hingga ke wilayah Kecamatan Glagah dan Licin.

Melalui standarisasi kualitas RDF Biomassa di Desa Olehsari, PLN berharap proyek ini tidak hanya menekan emisi karbon dan memangkas volume Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta mempercepat era energi bersih di Indonesia.

Pos terkait