
Surabaya, (DOC) – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus membidik kebangkitan sektor pariwisata dan kuliner di Jawa Timur untuk mendongkrak konsumsi LPG nonsubsidi, khususnya Bright Gas. Pertamina menargetkan pangsa pasar LPG non-subsidi di wilayah ini mampu menembus angka dua digit, mengikis dominasi konsumsi yang selama ini masih berada di bawah 10 persen.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengungkapkan bahwa menjamurnya hotel, restoran, dan kafe (horeka) di berbagai daerah Jawa Timur menjadi peluang strategis yang terus digarap.
“Target kami ke depan bagaimana market share ini bisa menembus dua digit. Pertumbuhan pariwisata, hotel, restoran, dan kafe menjadi sasaran utama kami untuk memberikan dukungan dari sisi pelayanan dan kepastian ketersediaan energi,” ujar Ahad di Surabaya, Minggu (6/9/2026).
Saat ini, penetrasi LPG nonsubsidi di Jawa Timur secara keseluruhan memang masih berada di bawah 10 persen. Namun, tingkat konsumsi tercatat jauh lebih tinggi di pusat-pusat kegiatan ekonomi dan perkotaan seperti Surabaya.
Untuk ceruk rumah tangga perkotaan, Pertamina mengandalkan Bright Gas ukuran 5,5 kilogram yang dinilai praktis dan sesuai kebutuhan masyarakat modern.
Untuk menunjang efisiensi dan jangkauan, Pertamina memperkuat pasokan melalui jaringan distribusi resmi mulai dari terminal, SPBE, agen, hingga outlet ritel serta menerapkan skema harga yang wajar dan transparan demi menjaga kepastian bagi para pelaku usaha maupun konsumen rumah tangga.




