Pasuruan,(DOC) – Tiga belas kendaraan bermotor, terlibat tabrakan beruntun di kilometer 64-65, Jl. Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat(13/1/2017) siang, sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden yang terjadi tepat di depan Pasar dan Polsek Purwodadi tersebut, mengakibatkan 5 orang tewas dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban yang meninggal rata-rata mengalami luka serius di kepala, dada serta perut, yang kemudian jazadnya dibawa ke kamar mayat RSSA Malang dan RS Bangil. Sementara, sepuluh korban luka kebanyakan mengalami luka lecet dikaki dan tangan yang kini telah mendapat perawatan medis di Puskesmas Purwodadi serta IRD RSSA Malang.
Saat kejadian, arus lalu lintas dari kedua arah yaitu Surabaya – Malang mengalami kemacetan parah sepanjang 5 kilometer.
Keterangan sejumlah saksi mata di lokasi, kecelakaan beruntun ini terjadi dari dua arah, Utara dan Selatan. Awal kejadian, sebuah truk gandeng bermuatan batu kapur Nopol L 9121 UG, yang disopiri Ach Sulauchan(41), warga Desa Baturetno, RT-006/RW-004, Singosari, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Selatan ke Utara. Saat itu melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba truck tersebut membanting stirnya ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Kharisma N 5774 BQ yang dikendarai H Fauzi Ahmad Jaiz(47), warga Jalan Muharto 5, RT-009/ RW-008, Malang, membonceng istrinya Khusnul Khotimah(40) dan putrinya yang masih berusia 9 tahun, Ulfatun Nadiroh alias Luluk.
Ke tiga orang korban tersebut tewas seketika, karena roda truck melindas kepala dan tubuh korban hingga hancur.
Diduga, truck gandengan ini remnya blong dan pengemudi tak mampu mengendalikannya dijalan yang tengah ramai dan turun dari tanjakan.
“Usai menabrak motor sekeluarga itu, truk tidak langsung berhenti, sebaliknya masih melaju deras dan akhirnya menabrak bak belakang truk A 9027 KA, yang dikemudikan Slamet, 47 tahun warga Sidoarjo,” ujar Daimam(33), pengemudi ojek, saksi utama kecelakaan.
Tingginya kecepatan truck gandeng itu, membuat truck Nopol A 9027 KA yang ditabgrak didepannya mendapat dorongan cukup keras hingga terlihat terbang melewati separator jalan yang berada ditengah dan berpindah jalur ke lajur kanan jalan, arah berlawanan yaitu dari Utara ke Selatan.
Di lajur kanan, truk tersebut susah berhenti hingga menabrak kios kaset VCD milik Fatur Rahman, mobil angkot N 2972 UU yang dikemudikan Bakar warga Singosari, motor Yamaha Vega R dan Honda Fit X milik tukang ojek yang di parkir di pinggir jalan serta tiang listrik.
“Untungnya saat itu tukang ojek, sopir angkot dan pemilik kios VCD tidak ada di tempat. Dan jika saat itu mereka ada di lokasi, mungkin lain lagi keadaannya. Yang untungnya lagi, truk yang ditabrak langsung berhenti setelah menabrak tiang listrik. Sebab, jika tidak ada tiang listrik, mungkin truk sudah masuk dalam pasar,” paparnya.
Sementara kondisi truck gandeng penyebab kecelakaan awal, usai menabrak bak truck didepannya, juga susah berhenti, berjalan oleng kekiri dan kekanan hingga menabrak motor Honda Legenda N 2139 KY dan pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan.
Pejalan kaki itu, adalah Ibu dan anak, bernama Tri Wikanti(43) dan putrinya yang masih umur 9 tahun Galuh Titisaraswati. Warga Jl. Lapangan, Desa Parerejo, Purwodadi, Pasuruan, tersebut juga meninggal.
Sang ibu tewas di lokasi kejadian dengan luka di kepala dan dadanya. Sementara Galuh, siswi kelas IV SD Impres I Purwodadi, tewas dengan luka di kepala saat menjalani perawatan di RSSA Malang.
“Dengan tewasnya Ibu dan anak ini, maka jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak lima orang,” ungkap Kasatlantas Polres Malang, AKP Novian Widiyantoro, seperti yang dilansir Malangpost, Jumat(13/1/2017).
Tak berhenti disini, meski sudah menabrak empat kali, namun truk gandeng penyebab utama kecelakaan berantai ini, masih melaju dengan kencang ke arah utara sambil oleng kekanan dan menabrak separator jalan yang berada ditengah, sekitar 200 meter dari awal kejadian.
Setelah menabrak pembatas jalan, truk gandeng itu kembali menabrak bagian samping truk N 8150 UE, yang tengah dikemudikan Legimi(61), warga Bantur-Kabupaten Malang, bersama 2 orang keneknya, yang melaju dari Surabaya menuju Malang. Benturan yang cukup keras, membuat truck Legimin berbalik arah ke utara dan truk gandeng itu, terbang dan berhenti terbalik di sebelah kanan jalan dengan roda di atas menghadap selatan.
Saat terbalik, gandengan truck menimpa sebuah mobil bernopol L 1871 QA, yang dikemudikan oleh Budi D Wijono Putra, warga Perum Mutiara Citra Asri, Sidoarjo, sekaligus melindas lima unit motor, yang tengah melintas dari arah Utara ke Seletan.
5 motor itu diantaranya, Honda Mega Pro N 6862 VG, Kawasaki Ninja N 5095 ES, Honda Win N 4216 FI, Honda Supra N 2892 TG serta Suzuki RX S N 5309 TM. Para pengendara motor itu kesemuanya selamat beserta pengemudi mobil yang tertimpa gandengan truck, meski kondisi motor rusak berat dan bodi mobil penyok.
“Pengemudinya selamat dan hanya mengalami luka lecet. Begitu juga dengen pengendara motor semuanya selamat. Mereka tadi loncat dari motor saat mengetahui truck gandengan akan menabranknya,” jelas Bambang Sunarko, saksi lainnya.
Proses evakuasi dilakukan oleh Petugas Unit Laka Polres Pasuruan, Jawa Timur, selama 3 jam. Kondisi lalu lintas yang macet parah akhirnya normal kembali setelah bangkai kendaraan di evakuasi. (ut/mi/mp/r7)