Pangkas Jatah BBM, DPR Sebut Bisa Hemat Rp 1,5 Miliar

Pangkas Jatah BBM, DPR Sebut Bisa Hemat Rp 1,5 Miliar

Jakarta,(DOC) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR, Indra Iskandar mengatakan pihaknya telah berhemat hingga Rp1,5 miliar usai memangkas jatah penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bagi pejabat tinggi di lingkungan kesekretariatan DPR. Sementara, untuk penghematan di sejumlah pos lain, Indra mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan perhitungan.

Bacaan Lainnya

“Untuk yang dari BBM sekitar Rp1,5 miliar. Untuk yang lain masih berproses dan sedang dievaluasi serta dihitung,” ujar Indra, dikutip Senin (30/3/2026).

Selain penggunaan BBM, Indra menyebut penghematan juga dilakukan pada sejumlah pos alokasi lain, seperti listrik, hingga jamuan rapat. Khusus listrik, lanjutnya, DPR kini mulai menggunakan 20 persen pengunaan listrik dari panel Surya.

“Dan saat ini 20 persen penggunaan listrik DPR juga menggunakan energi dari panel surya,” ujarnya.

Indra mengatakan efisiensi pada sejumlah pos anggaran masih akan terus dievaluasi, termasuk menghitung angkanya. Dia bilang, langkah itu akan terus dilakukan hingga Desember 2026.

“Karena komitmen efisiensi ini akan terus dilakukan sampai Desember,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus menyiapkan strategi untuk menjaga kesehatan fiskal negara, termasuk menutup potensi defisit anggaran melalui pengetatan belanja dan penyisiran program yang dinilai kurang prioritas.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menjaga defisit tetap terkendali sekaligus memastikan anggaran negara digunakan secara lebih efisien dan tepat sasaran. (rd)

Baca Juga:  Aktivis: Kebijakan Pemerintah Soal Guru Honorer Seperti Komedi Murahan

Pos terkait