Surakarta,(DOC) – Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa meninjau langsung lokasi terkena dampak banjir di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweya, tepatnya di RW 14 Selasa (25/5/2021). Sehari sebelumnya, dua orang nomer satu di Surakarta itu, juga memantau dua lokasi terdampak banjir lainnya, yakni sekitar Kecamatan Laweyan. Mas Gibran dan Pak Teguh melakukan peninjauan didampingi, Camat Laweyan, serta perwakilan BBWS.
Penyusuran dimulai dari permukiman sekitar Sungai Jenes di RW 14 Kelurahan Pajang yang sempat teredam banjir pasca hujan deras yang mengguyur Kota Solo, Senin(24/5/2021). Rombongan melakukan peninjauan dan mendatangi rumah warga yang sempat terendam banjir hingga ketinggian 50cm.
Gibran menyampaikan akan segera membangun pintu air dan rumah pompa untuk mengantisipasi kenaikan volume air, baik karena intensitas hujan, maupun air kiriman dari wilayah lain.
“Akan kita antisipasi dengan pembangunan parapat, pintu air dan rumah pompa. Semoga bisa segera di eksekusi tahun ini untuk prakteknya di beberapa titik nanti kita bikin pintu air sama rumah pompa” jelasnya.
Penelusuran dilanjutkan ke wilayah Mutihan, Sondakan, tepatnya disekitar Pura Indraprasta. Rombongan menyusuri bantaran Sungai Jenes dan berdialog dengan warga yang bermukim tepat di pinggiran sungai.
Usai melakukan penyusuran, Mas Gibran menyampaikan akan segera menggelar rapat dengan beberapa dinas terkait, untuk mencari solusi penanggulangan banjir.
“Penanganannya sama nanti pakai parapet, nanti biar dibantu BBWS. Ada rumah warga yang terlalu dekat dengan bibir sungai juga ada rumah warga yang memang ini rendah sekali. Nanti kita perbaiki biar tidak banjir lagi. Ini biar dirapatkan dulu ya secepatnya” jelas Gibran.
Lokasi terakhir peninjauan bertempat di Purwosari, tepatnya di Kelurahan Bumi, Laweyan. Banyak warga yang mengeluhkan dangkalnya dasar sungai, sehingga air kerap meluap dikala hujan deras mengguyur.
“Itu Pak sungainya dangkal, jadi kalo hujan deres dikit aja, airnya mbludak, apalagi kalo hujannya deres seharian, bisa sampe masuk rumah” ujar salah seorang warga.
Pada kesempatan ini Wakil Walikota, Teguh Prakosa menyampaikan akan mengarahkan petugas untuk mengeruk sedimentasi sebagai langkah pertama.
“Kami sudah melihat situasi dan kondisi, untuk melakukan pengerukan sedimentasi dasar sungai,” ujarnya.(jj/hm)





