Pemkot Dan Kadin Tak Sejalan Dalam RPJMD Kota Surabaya

Surabaya,(DOC) – Pansus RPJMD DPRD Kota Surabaya menilai antara Pemerintah Kota dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat tidak ada sinergisitas dalam membangun Kota pahlawan, sehingga terkesan berjalan sendiri-sendiri. “Pada saat rapat RPJMD, Kadin sempat mengeluhkan selama ini belum bisa bertemu secara langsung menyampaikan pendapatnya kepada wali kota. Sehingga belum ada sinkroniasi dalam meningkatkan perekonomian di Surabaya,” kata anggota Pansus RPJMD Surabaya Agustin Polinana, Kamis,(11/8/2016).
Menurut dia, peran Kadin dalam membina masyarakat untuk bisa usaha sendiri secara tidak langsung membantu perekonomian di Surabaya. Kalau pemkot dan kadin berjalan sendiri-sendiri, lanjut dia, tentunya pertumbuhan ekonomi di Surabaya berjalan lambat. “Harapan kami ada sinkronisasi atau persamaan persepsi terkait program pemkot dan kadin. Khususnya dalam bidang perekonomian dan ketenagakerjaan. Jika keduanya terhubung, maka bisa menyelesaikan persoalan sosial seperti pengangguran akan turun, pelaku usaha di Surabaya juga bermunculan. Akhirnya ekonomi tidak lagi jatuh tapi merangkak naik,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknuya berharap kadin tidak harus melakukan komunikasi dengan wali kota saja, melainkan juga dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya.
Hal sama juga dikatakan Sekretaris Pansus RPJMD DPRD Surabaya Herlina. Ia mengatakan sejauh ini Pemkot dan Kadin kurang bersinergi. “Kadin membuka peluang, tapi sejauh ini belum direspons,” katanya.
Menurut dia, pihaknya berharap potensi yang ditawarkan oleh kadin bisa dimanfaatkan oleh pemkot. “Bisa saja melalui disperindag, warga Surabaya potensial bisa dilatih untuk berusaha mandiri sampai berkembang. Bicara MEA (masyarakat Ekonomi ASEAN), produk hasil dari warga yang dilatih tidak tidak hanya dijual di tingkat lokal, tapi nasional bahkan internasional,” katanya.
Ketua Kadin Surabaya Jamhadi mengatakan pada saat pihaknya diundang rapat RPJMD oleh DPRD Surabaya, ia sudah menyampaikan bahwa dalam UU 1 Tahun 1987, kadin merupakan mitra strategis dari pemerintah sekalius wadahnya dunia usaha. “Selama ini memang ketika berkomunikasi dengan wali kota tidak bisa secara langsung tapi mengenai ide-idenya selalu kita masukkan resmi lewat surat. Alangka baiknya kalau ide itu disampaikan secara langsung supaya bisa menghayati,” ujarnya.
Meskipun demikian, lanjut dia, pihaknya menganggap wali kota mempunyai kesibukan sehingga belum bisa bertemu kadin. “Kami mengangap itu tidak penting, yang penting ide-ide kami sampai. Eman kalau ada ide bagus tidak diterapkan,” katanya.
Kepala Disperindag Pemkot Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan selama ini sudah ada sinergisitas antara kadin dan pemkot Surabaya terutama terkait kemitraan dalam membantu UKM di Surabaya.
Saat ditanya soal rapat RPJMD soal keluhan Kadin yang belum ada kesamaan persepsi dalam membangun Surabaya, Widodo mengatakan bahwa Kadin bukan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). “Kadin berjalan dengan institusinya. Apalagi Kadin selama ini merapatnya dengan provinsi,” ujarnya. Begitu juga saat ditanya belum adanya komunikasi antara wali kota dengan kadin, Widodo enggan menanggapinya. “Kalau itu saya tidak ngerti,” katanya.(r4/r7)