Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur memperkuat upaya pencegahan radikalisme serta terorisme, khususnya di lingkungan pendidikan. Sinergi ini di wujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Graha Sawunggaling, Rabu (13/11/2024). Acara ini di hadiri oleh tenaga pendidik dan organisasi masyarakat di Kota Pahlawan.
Kegiatan bertajuk “Membangun Sinergitas untuk Melindungi Anak Bangsa dari Bahaya Intoleransi dan Radikalisme Bagi Guru SD-SMP” ini di buka oleh Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani. Dalam sambutannya, Restu Novi menyampaikan apresiasinya kepada FKPT Jatim atas terselenggaranya sosialisasi tersebut.
“Ini menjadi penghargaan bagi kami semua,” ujarnya.
Meski masa jabatannya berakhir pada 23 November 2024, Restu berharap program pencegahan ini dapat di lanjutkan di masa depan. Ia berpesan kepada perangkat daerah terkait agar meneruskan program tersebut kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, setelah beliau kembali bertugas.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini,” ucapnya.
Menurut Restu, program ini sangat penting bagi Surabaya, mengingat pernah terjadi insiden teror pada tahun 2018.
“Namun, dari pengalaman itu, kita bangkit dan meraih berbagai penghargaan,” jelasnya.
Contoh Penerapan Nilai Pancasila
Restu juga mengungkapkan keberadaan Kampung Pancasila di Surabaya sebagai contoh penerapan nilai-nilai Pancasila.
“Kampung Pancasila bisa menjadi pilot project yang dapat di terapkan di berbagai tempat lain,” tambahnya.
Restu berharap agar semakin banyak kegiatan sosialisasi yang di adakan di Kampung Pancasila, sehingga potensi radikalisme dapat di cegah.
Sementara itu, Ketua FKPT Jatim, Hesti Armiwulan, menjelaskan bahwa FKPT merupakan organisasi berbasis masyarakat yang berfungsi sebagai mitra strategis dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI dalam pencegahan radikalisme.
“BNPT membentuk FKPT di seluruh provinsi, termasuk Jawa Timur, untuk mendukung upaya pencegahan radikalisme dan terorisme,” terang Hesti.
Sejak berdiri pada 2013, FKPT Jatim telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukung program BNPT RI dan menjaga situasi tetap kondusif di Jawa Timur.
“Kami berkomitmen menjaga Jawa Timur tetap damai dan sejahtera tanpa isu-isu yang meresahkan masyarakat,” tutupnya. (r6)






