
Surakarta,(DOC) – Kesadaran lingkungan harus di mulai sejak dini. Inilah pesan utama yang di sampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat berbicara di Solopos Youth Forum 2025 yang mengusung tema Young People & Sustainability. Berlangsung di Terminal Tirtonadi Convention Hall, Surakarta, Kamis (27/2), forum ini menjadi wadah dialog antara pemangku kepentingan pendidikan dan generasi muda.
Dalam paparannya, Wamen Fajar menekankan pendidikan karakter adalah fondasi utama untuk membentuk generasi muda yang peduli masa depan bumi. Kementerian, lanjutnya, telah lama menjalankan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), salah satunya menanamkan kecerdasan sosial dan emosional.
“Anak-anak perlu peka terhadap lingkungan sekitar dan menyadari bahwa gaya hidup mereka hari ini menentukan masa depan bumi. Ini bagian dari kecerdasan emosional yang kami tekankan dalam pendidikan karakter,” ungkapnya.
Green Skills dan Deep Learning Jadi Strategi Pendidikan Masa Kini
Ia juga menjelaskan bahwa pendidikan karakter kini di perkuat dengan pendekatan green skills. Di sekolah, pendekatan ini di terjemahkan ke dalam berbagai program. Program tersebut seperti sekolah Adiwiyata dan pemberian penghargaan untuk sekolah ramah lingkungan.
Kementerian juga mendorong pendekatan deep learning, di mana siswa tak hanya menghafal teori, tetapi benar-benar memahami dan menerapkan nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mulai dari membawa tas belanja sendiri, menghemat energi dan menanam pohon. Bahkan hingga memilah sampah—langkah-langkah kecil seperti itu bila dilakukan bersama akan berdampak besar,” ujarnya. (r6)





