Lumajang,(DOC) – Virus LSD (Lumpy Skin Disease) atau penyakit kulit berbenjol telah menyerang ratusan ekor sapi, milik para peternak se-Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Laporan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Lumajang, bahwa sudah ada 100 ekor sapi yang terjangkit virus LSD.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Lumajang Drh Endra Novianto mengatakan, jumlah sementara hewan ternak yang terserang virus LSD sebanyak 100 ekor. Sapi-sapi tersebut milik peternak yang tersebar di tiga kecamatan di wilayah Lumajang.
“Update data perhari ini, ada sekitar 100 ekor sapi yang terjangkit virus LSD. Tersebar di 3 kecamatan yaitu; Kunir, Pasirian, dan Ranuyoso. Kita akan update terus datanya,” kata Endra.
Menurut Endra, penyakit kulit berbenjol lebih sering menyerang ke hewan sapi dan kerbau. Namun tidak menular ke manusia.
“Hewan ternak yang positif terpapar penyakit ini, kebanyakan sapi dan kerbau. Virus LSD akan menular ke antar hewan dan tidak menular ke manusia,” jelasnya.
Antisipasi Penyebaran Virus dengan Vaksin
Mengantisipasi penularan, Pemkab Lumajang memberikan vaksin anti LSD dan melakukan pengobatan ke ternak yang terlanjur terjangkit.
“Selain vaksin dan pengobatan, kami juga memberikan edukasi ke pedagang di pasar hewan dan kepada para peternak sapi. Apa saja yang harus di lakukan untuk mencegah penularan virus LSD. Termasuk pengetahuan terkait bagaimana cara penularannya. Itu yang perlu di waspadai,” terangnya.
Menjaga kebersihan kandang sapi, lanjut Endra, merupakan langkah utama untuk mengantisipasi virus LSD. Kemudian mengontrol media penyebaran penularan, seperti serangga, nyamuk, lalat, kutu dan taplak.
“Penyakit LSD ini penyebarannya bisa melalui serangga, secara tidak langsung. Kalau penularan secara langsung, lewat sentuh cairan bekas luka dan cairan dari mulut,” imbuhnya
Untuk menjaga kesehatan ternak, perlu juga memberikan jamu-jamu tradisional seperti jahe, kunir dan mengkudu. Upaya ini juga akan meningkatkan system imun hewan-hewan ternak.
“Jamu tradisional ini bisa meningkatkan imun. Kemudian ternak di jemur saat matahari pagi untuk meningkatkan asupan vitamin c. Tidak mencampur ternak baru dengan yang lama,” pungkasnya.(mam/r7)