
Surabaya,(DOC) – Kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya kian ramai, menyusul terbentuknya koalisi 5 Parpol (PKB, Gerindra, Demokrat, PAN dan PPP) yang mengusung mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (purn) Machfud Arifin sebagai Calon Wali Kota (Cawali).
Pasangan Cawali yang akan tampil di Pilwali 2020, bersaing dengan Mahcfud Arifin, dipastikan muncul dari PDIP, karena memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon sendiri tanpa harus berkoalisi dengan Parpol lain. Hingga kini sejumlah Parpol yang belum menentukan koalisi untuk mengusung calonnya yakni PKS, Golkar, Nasdem, dan PSI.
Menghadapi situasi seperti ini, Ketua DPD PKS Surabaya, Akhmad Suyanto mulai melakukan komunikasi dengan partai Nasdem untuk berkoalisi. “Jujur kalau disinggung soal komunikasi dengan partai lain, kita lakukan pendekatan dengan Nasdem, Tapi dengan Golkar dan PSI juga dijalin,” katanya, Rabu(29/01/2020).
Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan PKS akan membentuk poros sendiri dalam mengusung Cawali. Tiga parpol yang belum menentukan arah politiknya di Pilwali Surabaya 2020 akan diajak berkoalisi. “Kalau masih ada kursi yang bisa diajak, ya tarung saja dengan kursi yang lain. Ya bisa kita ajak bersama sama bikin koalisi sendiri. Kan mereka ini belum ke MA (Machfud Arifin),” terangnya.
Koalisi PKS, Golkar, PSI, dan Nasdem jika benar dibentuk, maka mereka akan memiliki 17 kursi di lembaga legislative, sehingga memenuhi syarat mengusung Cawali sendiri.
Seperti diketahui pada penjaringan Bacawali di internal PKS, keluar rekomendasi kepada 5 calon untuk diusulkan ke DPP agar mendapatkan persetujuan. Mereka antara lain Kabid Kepemudaan DPW PKS Jatim Achmad Zakaria S.E, Ketua MPW PKS Jatim H. Ahmad Jabir ST, MT, Ketua DPD PKS Achmad Suyanto, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari PKS Reni Astuti, S.Si, dan anggota DPR RI dari PKS H. Ir. Sigit Sosiantomo.
Jika sudah mendapatkan persetujuan dari DPP, elaktabilitas para calon internal PKS ini akan di survey, kemudian ditawarkan ke Parpol koalisi. “Sikap resmi PKS tetap sesuai perintah DPP dan DPW PKS. Prosesnya struktural,” pungkasnya.(robby/r7)





