Lumajang,(DOC) – Bupati Lumajang, Drs. As’at Malik di dampingi Kapolres Lumajang, AKBP. Raydian Kokrosono, S.I.K, dan Komandan Kodim 0821 Lumajang, dan Letkol.Inf. Imam Purnomo Hadi, S.IP, serta ketua STIK-PTIK, Dr Ryko Amriza Daniel melepaskan 135 mahasiswa STIK-PTIK yang singgah di Monumen tugu Polri di Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur untuk napak tilas.
Sebelum dilakukan pelepasan napak tilas, dilaksanakan apel didepan monumen tugu Polri yang diikuti oleh 135 peserta napak tilas Komandan Seksi Djama’ari (Kusuma Bangsa Pahlawan Kemerdekaan). Sekaligus diserahkan Cindera Mata oleh Ketua STIK-PTIK, DR. Rycko Amriza Danniel, M.SH kepada Bupati Lumajang dan Kapolres Lumajang.
Upacara pelaksanaan apel dipimpin Kombes Pol. Drs. Bobyanto Adoey selaku Pembina dari mahasiswa STIK.
Dalam sambutannya Kompol Drs Bobyanto Adoey menjelaskan, kepada mahasiswa didik bahwa kita kesini bukan hanya ingin melihat monumen ini, tetapi ada yang harus dapat mengambil nilai nilai kejuangan yang harus perlu di aplikasikan dilapangan saat rekan rekan nanti kembali menjalankan tugas di tempat yang baru nantinya.
“Monumen tumpeng ini di bangun untuk mengenang ke 18 para pahlawan polri yang gugur di medan perang saat melawan belanda,” ujar salah satu perwira polri.
Sementara Bupati Lumajang As’at dalam sambutannya mengatakanperjuangan para pahlawan terutama Pasukan Bhayangkara yang telah mengorbankan jiwa dan raganya dapat dijadikan sebagai tauladan untuk diterapkan pada saat mereka menjabat nantinya.
“Pada tahun 1947 lalu,di sekitar Monumen tugu Polri di DesaTumpeng ini terjadi pertempuran yang sengit antara pasukan MOB-BRIG Polisi Negara RI dibawah pimpinan Komandan Seksi Djama’ari melawan tentara belanda yang jauh lebih besar kekuatannya, dipihak musuh banyak yang tewas, sedangkan dipihak MOB-BRIG 18 (delapan belas) orang gugur sebagai kusuma bangsa pahlawan kemerdekaan RI,” ujarnya.
Ketua STIK-PTIK, DR. Rycko Amriza Daniel, M.SH disela sela pelepasan Peserta napak tilas sejarah perjuangan Polri menjelaskan bahwa kegiatan napak tilas ini bertujuan menyusuri jejak sejarah Perjuangan Polri dari Lumajang sampai Jember, dan merupakan ritual untuk menumbuhkan jiwa patriotisme serta semangat solidaritas insan bhayangkara.
“Ada 135 personel yang akan menyusuri jejak sejarah Polri dari Monumen tugu polri Desa Tumpeng Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang hingga Finish di desa Jumerto Kecamatan Patrang Kabupaten Jember,” kata Rycko Amriza Daniel.(Mam)