Lumajang,(DOC) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Triyono, mengeluhkan gangguan lingkungan berupa bau tak sedap dari limbah cair yang menggenangi halaman rumah dinasnya di kawasan Jalan Alun-Alun Utara.
Limbah tersebut diduga berasal dari operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG yang berada di sebelah timur rumah dinasnya. Fasilitas tersebut diketahui merupakan mitra kerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Lumajang.
Agus Triyono mengungkapkan, bau menyengat itu sudah tercium selama beberapa hari terakhir. Bahkan, limbah cair disebut mulai masuk ke halaman rumah dinasnya melalui saluran yang tidak aktif.
“Sejak dua sampai tiga hari terakhir ini, ada limbah cair yang menggenang dan baunya sangat menyengat. Tadi pagi saya lihat sudah masuk ke halaman rumah dinas,” ujar Agus Triyono saat dikonfirmasi.
Selain bau limbah, ia juga menyoroti aktivitas dapur yang berlangsung hingga malam hari, termasuk aroma sampah sisa makanan yang terlambat dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Ia menegaskan telah menyampaikan keluhan tersebut kepada tim teknis dan pengelola SPPG agar segera ditindaklanjuti.
“Sudah saya sampaikan ke pengelola. Kalau sampai tujuh hari belum ada perbaikan, saluran pembuangan yang mengarah ke halaman rumah dinas akan saya tutup,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan pengecekan di lokasi.
Menurutnya, dari hasil pengecekan awal, belum bisa dipastikan sumber limbah berasal dari dapur SPPG, mengingat bangunan tersebut merupakan bangunan lama dengan banyak saluran di bawah tanah.
“Belum bisa dipastikan itu limbah dari SPPG, karena bangunan lama dan banyak saluran di bawahnya yang mungkin tersumbat limbah masyarakat,” jelas Ipda Suprapto.
Meski demikian, pihak Polres Lumajang telah melakukan pembersihan saluran air sebagai langkah cepat menindaklanjuti keluhan tersebut.
Terkait perizinan, ia menambahkan bahwa Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS) untuk dapur SPPG saat ini masih dalam proses pengajuan.
“Perizinan SLHS sudah kami ajukan, saat ini masih dalam proses dan belum turun,” pungkasnya. (r6)





