D-ONENEWS.COM

Selama Ramadhan Politisi Gerindra Ini Giat Blusukan, Salurkan Paket Sembako

Surabaya,(DOC) – Masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak pertengahan Maret 2020 lalu, membuat seorang politisi Partai Gerindra Surabaya, Ajeng Wira Wati, S.Sos.,M.PSDM, terus bergerak turun ke masyarakat, membantu warga kurang mampu agar bisa bertahan hidup.

Lebih kurang 10 hari selama bulan Ramadhan, Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya ini, membagikan paket sembako, dengan cara ‘blusukan’ ke kampung-kampung.

“Ini 10 hari terakhir berbagi paket sembako. Ada 500 paket yang sudah tersalurkan. Totalnya 1,5 ton beras, 250 kilo gula, 500 liter minyak goreng dan 20 dos mie instan,” ungkap perempuan yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi D DPRD kota Surabaya ini, Kamis(21/5/2020).

Paket sembako ini dibagikan di lima wilayah kecamatan, yakni di Simokerto, Gubeng, Tegalsari, Bubutan dan Krembangan.
Menurut Alumnus S2 Unair Surabaya ini, wabah corona yang kini masih berlangsung, bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Sehingga dirinya ingin membantu mengurangi beban masyarakat.
“Semangat. Semoga menjadi barokah di tengah ramadhan dan lebaran saat pandemi Covid-19 ini,” ucap penasehat Perempuan Indonesia Raya (Pira) DPC Gerindra Surabaya ini, saat menyalurkan bantuan ke salah seorang warga.
Bukan sekedar membagi sembako saja, Bendahara Fraksi Gerindra ini, juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitasnya sehari-hari.
Selain itu, menggugah partisipasi publik untuk turut membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memberikan pemahaman soal penyakit Covid-19.
“Komisi D telah rapat dengar pendapat (hearing) dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) pada Selasa(19/5/2020). Hasilnya ada beberapa rekomendasi yang kemudian saya opinikan untuk mendukungnya,” jelas Ajeng.

Ia menambahkan, ada tiga hal yang sesuai rekomendasi IDI cabang Surabaya yang disampaikan saat hearing, yakni sbb:

  1. Mengharapkan turut serta partisipasi para tokoh masyarakat, agama dan seni dalam meningkatkan pembelajaran kepada warga mengenai penyakit Covid-19, sehingga meminimalisir pelanggaran protokol kesehatan dan mengubah cara penilaian warga kepada penderita covid 19
  2. Penguatan sarana, prasarana dan SDM penunjang penanganan Covid-19.
  3. Penegasan aturan protokol kesehatan masyarakat berkegiatan di area keramaian seperti di mall, pasar dan lainnya.

“Harapannya bisa membentuk masyakat lebih tertib dan sadar tentang pola hidup sehat,” pungkas Ajeng.(robby)

Loading...

baca juga