Sisa Dua Titik Api di Lereng 80 Derajat, Pemadaman Karhutla Bromo 889 Hektare Hadapi Medan Ekstrem

Sisa Dua Titik Api di Lereng 80 Derajat, Pemadaman Karhutla Bromo 889 Hektare Hadapi Medan Ekstrem
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto: Ist)

Probolinggo, (DOC) – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang telah menghanguskan sekitar 889 hektare lahan kini terbentur medan ekstrem. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, dua titik api yang tersisa berada di dinding lereng terjal dengan kemiringan hingga 80 derajat, sehingga tidak mungkin dijangkau oleh tim pemadam darat. 

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa luas karhutla 889 hektare tersebut tersebar di empat wilayah kabupaten, yakni Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan. Meski medan di lapangan sangat berat, BNPB menargetkan sisa dua titik api tersebut dapat dipadamkan sepenuhnya pada Jumat (14/8/2026). 

Bacaan Lainnya

“Pasukan darat tidak bisa naik sampai ke atas karena sudut lerengnya mencapai 80 derajat. Ini menyangkut keselamatan jiwa personel,” ujar Suharyanto saat meninjau penanganan karhutla di Pos Pantau Cemoro Lawang, Selasa (11/8/2026). 

Tiga Kendala Utama di Lapangan

Suharyanto mengungkapkan, selain medan terjal yang menyulitkan mobilisasi petugas darat, penanganan Karhutla Bromo menghadapi dua kendala utama lainnya, yaitu keterbatasan pasokan air dan faktor cuaca. 

Untuk pemadaman udara, tim hanya dapat mengandalkan pasokan air dari Ranu Pani yang jumlahnya terbatas. Sementara itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) belum bisa maksimal dilakukan karena minimnya potensi awan hujan berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

“Penjelasan dari BMKG, ada potensi awan hujan pada 14–16 Agustus atau sekitar 18 Agustus. Jika awan potensial muncul, kami langsung lakukan OMC agar turun hujan, karena penyiraman alami jauh lebih efektif dan efisien,” kata Suharyanto. 

Optimalkan Water Bombing Sebelum Digeser

Untuk memadamkan titik api di lokasi terjal tersebut, BNPB mengoptimalkan pemadaman udara dengan mengerahkan tiga unit helikopter water bombing. 

Setelah target pemadaman dua titik api di Bromo rampung pada Jumat mendatang, dua unit helikopter rencananya akan langsung digeser untuk mendukung penanganan karhutla di daerah lain yang membutuhkan. BNPB memastikan seluruh penanganan di Bromo tetap terkawal ketat untuk mencegah munculnya titik api baru di wilayah sekitarnya.

Pos terkait