Stasiun Integrasi Jadi Kunci, KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya Berhasil Urai Kepadatan Selama Libur Idulfitri

Stasiun Integrasi Jadi Kunci, KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya Berhasil Urai Kepadatan Selama Libur Idulfitri

Surabaya,(DOC) – Memasuki hari keempat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, mobilitas masyarakat di Jawa Timur melalui layanan Commuter Line terus menunjukkan peningkatan signifikan. KAI Commuter mencatat, stasiun-stasiun integrasi di Wilayah 8 Surabaya memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran arus penumpang selama masa libur Lebaran.

Bacaan Lainnya

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa sejumlah stasiun strategis seperti Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Wonokromo menjadi simpul konektivitas utama antarmoda. Keberadaan stasiun-stasiun ini memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan, mulai dari kawasan pusat perbelanjaan hingga akses transportasi lanjutan.

“Konektivitas juga semakin optimal dengan adanya akses menuju Bandara Internasional Juanda melalui Stasiun Waru,b serta keterhubungan langsung ke Terminal Purabaya dari Stasiun Gedangan bagi pengguna bus antarkota,” ujar Karina, Selasa (24/3).

Tak hanya mendukung mobilitas perkotaan, jaringan Commuter Line juga mempermudah akses ke berbagai destinasi wisata populer. Di Surabaya, pengguna dapat menjangkau kawasan Kota Lama melalui Stasiun Surabaya Kota. Sementara di Malang, sejumlah destinasi seperti Alun-Alun Tugu, Kampung Warna-Warni, dan Museum Brawijaya dapat diakses dari Stasiun Malang. Adapun di Blitar, Stasiun Blitar menjadi pintu masuk menuju Makam Bung Karno, Istana Gebang, dan Taman Pecut.

Berdasarkan data hingga pukul 14.00 WIB pada 23 Maret 2026, volume pengguna Commuter Line di Wilayah 8 Surabaya tercatat mencapai 54.129 orang. Lonjakan ini didominasi perjalanan jarak pendek, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat untuk bersilaturahmi maupun berwisata selama libur Lebaran.

Secara kumulatif, sejak 11 hingga 23 Maret 2026, total pengguna Commuter Line di wilayah tersebut telah menembus 596.742 orang. “Tren ini menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena ketepatan waktu dan kenyamanan yang ditawarkan,” jelas Karina.

KAI Commuter juga mencatat rekor tertinggi jumlah pengguna harian pada Minggu, 22 Maret 2026, dengan total 54.398 penumpang dalam satu hari. Capaian ini menjadi indikator kesiapan operasional dalam menghadapi lonjakan penumpang selama periode angkutan Lebaran.

Baca Juga:  Hearing Keluhan Warga Perumahan WBM Tak Dihadiri Pengembang, Komisi A Ancam Sidak ke Lokasi

Di tengah tingginya mobilitas tersebut, KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan, baik di area stasiun maupun di dalam kereta. Masyarakat juga disarankan merencanakan perjalanan menggunakan aplikasi Access by KAI guna menghindari antrean di loket.

Selain itu, pengguna diingatkan untuk mendahulukan penumpang yang turun sebelum naik ke dalam kereta. Orang tua yang membawa anak-anak juga diminta meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan keamanan barang bawaan selama perjalanan.

“Budaya antre dan saling menghormati antar pengguna diharapkan tetap terjaga, sehingga momen Idulfitri dapat berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan,” tutup Karina. (r6)

Pos terkait