Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan stok pangan di Kota Pahlawan dalam kondisi aman terkendali. Hal ini sangat penting mengingat Surabaya segera menyambut perayaan Imlek dan memasuki awal Bulan Ramadan. Bahkan, Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Surabaya tahun 2025 telah mencapai angka 73,28 yang masuk dalam kategori sangat baik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan bahwa stok pangan saat ini dalam kondisi mencukupi dan distribusi berjalan lancar. Selain itu, pihaknya rutin melakukan pemantauan intensif di pasar-pasar tradisional guna memastikan stabilitas harga.
“Menjelang Imlek dan Ramadan tahun ini, stok pangan Surabaya berada dalam kondisi aman. Oleh karena itu, kami terus mengawasi distribusi agar tetap lancar di masyarakat,” ujar Antiek, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data terbaru, harga sejumlah komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng terpantau stabil tanpa kenaikan signifikan. Sementara itu, harga daging ayam dan telur justru mengalami penurunan tipis. Sebagai contoh, harga telur ayam ras kini berada di angka Rp27.583 per kilogram.
Meskipun harga saat ini stabil, Pemkot Surabaya tetap menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi lonjakan permintaan. Dalam hal ini, DKPP siap menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun operasi pasar sewaktu-waktu.
“Maka dari itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan karena pemerintah menjamin stok pangan tetap tersedia,” pungkas Antiek. (r7)





