D-ONENEWS.COM

Sungai Padhung Krung Bangkok Mirip Kalimas, Pemkot Surabaya Akan Kembangkan

Foto: Perahu Klong Thailand Transportasi air di sungai Padhung Krung Pasing Bangkok Thailand

Bangkok,(DOC) – Kunjungan Kerja Pemerintah Kota Surabaya ke Bangkok Thailand fokus pada pengembangan transportasi air dan wisata.

Pemkot serius berupaya mengembangkan pariwisata air seperti di sungai Chao Praya Bangkok dan transportasi air disejumlah sungai di Bangkok.

Para rombongan Kunker Pemkot Surabaya yang dipimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Komimfo) M. Fikser, juga sempat menjajal transportasi air mulai dermaga Bang WA sampai ke Dermaga Tha Chang Bangkok.

Transportasi air ini, menurut Fikser, sangat mungkin diterapkan Surabaya karena lebar sungainya mirip Kalimas.

“Belajar beberapa hal untuk dijadikan referensi pembangunan di Surabaya. Utamanya yang kita pelajari di bidang pariwisata dan transportasi, khususnya transportasi air. Disini sangat mungkin diterapkan di Surabaya, tinggal membenahi beberapa infrastruktur agar bisa dilalui perahunya,” ungkapnya usai melakukan pertemuan dengan Dinas Lalu Lintas dan Transportasi Pemkot Bangkok, Senjn(28/10/2019).

Fikser kemudian menjelaskan alasan dipilihnya Bangkok sebagai tempat belajar pengembangan pariwisata dan transportasi air. Diakuinya, Bangkok menjadi kota yang menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Asia. Bahkan, sektor pariwisata tersebut menjadi penyumbang pemasukan tertinggi bagi Negara Gajah Putih. Salah satunya adalah wisata air.

“Pariwisata Bangkok salah satu terbaik di Asia. Makanya kami merasa harus banyak belajar ke Bangkok,” ujar Fikser.

Fikser melanjutkan, Bangkok memiliki Sungai Chao Phraya yang menghubungkan beberapa provinsi di Thailand. Sungai Chao Phraya tersebut menjadi distinasi wisata favorit, yang banyak dikunjungi wisatawan saat bekunjung ke Thailand. Fikser berharap, pihaknya bisa mengadopsi wisata Sungai Chao Phraya dan diterapkan di Sungai Kalimas, Surabaya.

“Kita pengen tahu caranya. Kita punya Sungai Kalimas yang bisa dikembangkan jadi sarana transportasi dari daerah (Tanjung) Perak sampai ke tengah kota (Surabaya). Itu juga bisa dikembangkan ke pariwisata,” kata Fikser.

Foto: Dermaga Bang Wa Bangkok Thailand

Fikser mengakui, memang ada beberapa perbedaan antara Sungai Chao Phraya Bangkok, dengan Sungai Kalimas di Surabaya. Salah satunya adalah terkait keberadaan jembatan-jembatan yang melintas di atas sungai.

Di Bangkok, kata dia, tidak banyak terdapat jembatan yang melintas di atas sungai. Sementara di Surabaya, banyak sekali jembatan yang melintas di atas Sungai Kalimas. Bahkan jembatan-jembatan tersebut memiliki nilai sejarah, yang tidak mungkin dihilangkan.

“Kalau di kita kan ada jembatan-jembatan yang punya nilai sejarah yang tinggi. Hambatan di kita ada jadi itu yang harus kita sesuaikan. Tidak mesti sama seperti Bangkok tapi disesuaikan dengan kondisi yang ada di Surabaya,” ujar Fikser.

Terkait pengelolaan Sungai Kalimas, Fikser mengakui melibatkan banyak pihak. Di antaranya Balai Besar Sungai Brantas, dan Perum Jasa Tirta. Maka dari itu, Fikser berharap semua pihak bisa mendukung pengembangan pariwisata dan transportasi air Sungai Kalimas.

“Pariwisata ini kan bakal membawa manfaat banyak bagi masyarakat. Jadi untung itu bukan pemerintah kota, tapi masyarakat. Kita harapkan bisa saling bersinergi dengan semua pihak terkait,” ujar Fikser.

Sing Limphirat Direktur Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bangkok pun menyambut baik Pemkot Surabaya yang ingin mempelajari pengembangan pariwisata dan transportasi air yang ada di kotanya. Dia pun berharap, kunjungan perwakilan dari Pemkot Surabaya bisa membawa pulang sesuatu yang bisa diterapkan di Surabaya.

“Banyak yang bisa dipelajari dan diadopsi untuk Surabaya. Semoga ini juga bisa dipromosikan ke warga Surabaya untuk berkunjung ke Bangkok,” ujar Sing Limphirat.

Sungai Chao Phraya diakuinya memang menjadi andalan di Kota Bangkok. Sebab, sungai sepanjang 372 kilometer yang membelah Kota Bangkok tersebut, menjadi salah satu destinasi wisata favorit di sana. Sungai itu juga diakuinya menjadi transportasi publik, dan jalur pengangkut meterial bangunan.

“Selain wisata Sungai Chao Phraya memang dijadikan untuk transportasi publik. Bahkan material pembangunan diangkut lewat sungai tersebut agar jalan tidak cepat rusak,” kata Sing Limphirat.

Jika diamati, transportasi umum di kota Bangkok ini memang sangat komplit, mulai dari skytrain, MRT, Monorel, Subway, dan angkutan umum lainnya, yang sudah tersedia. Ditambah lagi transportasi air berupa perahu yang tersedia di Sungai Padhung Krung Pasing Bangkok.

Sungai ini sepanjang 5 kilometer menghubungkan sungai Chao Phraya River. dan terbentang diantara pemukiman penduduk.

Sekali perjalanan, cukup 20 bath atau sekitar Rp 10 ribu per orang.(robby)

Loading...