Libur Sekolah, Jutaan Warga Jatim Serbu Kereta Komuter: Rute Malang Jadi Favorit

 

Libur Sekolah, Jutaan Warga Jatim Serbu Kereta Komuter: Rute Malang Jadi Favorit
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Momentum libur sekolah tahun ini sukses menyulap layanan KAI Commuter wilayah Surabaya menjadi primadona wisata. Tak sekadar jadi moda transportasi kaum pelaju (commuter) harian, kereta lokal kini kebanjiran jutaan penumpang yang ingin menikmati liburan murah meriah di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Sepanjang Semester I 2026, KAI Commuter Surabaya sukses menembus angka 8,8 juta penumpang, alias melonjak 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengungkapkan bahwa efek libur sekolah benar-benar mendongkrak okupansi secara signifikan. Hanya dalam waktu 10 hari mulai 20–30 Juni 2026, sebanyak 529 ribu penumpang tercatat pelesiran menggunakan kereta komuter.

“Angka ini diprediksi akan terus meroket hingga menyentuh 588 ribu orang hingga masa liburan usai,” ujar Leza saat ditemui di Stasiun Gubeng Lama, Senin (6/7/2026).

Stasiun Surabaya Gubeng masih menjadi rajanya dengan melayani 1,024 juta penumpang, disusul Wonokromo (721 ribu), dan Malang (268 ribu). Lalu, Commuter Line Penataran rute Surabaya–Malang–Blitar menjadi primadona mutlak dengan 5,577 juta penumpang. Sementara Commuter Line Dhoho melayani 2,6 juta orang, dan Jenggala 1,095 juta orang.

Leza menambahkan, selain faktor libur sekolah, lonjakan ini dipicu oleh banyaknya long weekend, momen mudik Idulfitri, serta stimulus diskon tiket kereta ekonomi dari pemerintah.

Menyambut tren positif ini, KAI Commuter terus bersolek. Fasilitas seperti guiding block di Stasiun Kepanjen, peremajaan kursi tunggu, ruang laktasi, hingga wajah baru Stasiun Probolinggo telah rampung dikerjakan. Pada Semester II 2026, giliran renovasi toilet dan musala di lintas Cepu, Kertosono, Blitar, hingga Probolinggo yang akan dikebut demi kenyamanan penumpang.

Baca Juga:  Surabaya Dilabeli Daerah Hitam, Armuji: Sangat Politis dan Tak Ada Dasar Ilmiah

Pos terkait