Surabaya,(DOC) – Untuk menambah sejumlah peralatan dan infrastruktur penunjang kinerja, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak tahun ini menyiapkan investasi Rp1,3 triliun.
General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Joko Noerhudha menjelaskan sejumlah peralatan yang akan didatangkan tahun ini adalah Harbour Mobile Crean (HMC) sebanyak 13 unit, yang terdiri dari 5 unit untuk Terminal Berlian dan sebanyak 8 unit untuk Terminal Jamrud.
“Penambahan unit HMC langsung dilakukan sampai akhir tahun ini karena kami ingin produktivitas pelabuhan jadi lebih baik,” katanya saat paparan program kerja pengembangan infrastruktur Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (23/2/2017).
Selain HMC, Pelabuhan Tanjung Perak akan mendatangkan 15 unit kapal tunda yang akan didatangkan secara bertahap, di mana tahun ini akan ada 8 unit kapal tunda, dan pada tahun depan akan didatangkan 7 unit kapal tunda.
Joko menjelaskan kebutuhan kapal tunda baru sangat mendesak mengingat kapal-kapal yang masuk ke Tanjung Perak ukurannya semakin panjang dan besar serta canggih, sehingga dibutuhkan kapal tunda yang memiliki power lebih besar pula.
“Selain itu, kami menginginkan safety dan levelnya kapal tunda lebih bagus. Nantinya kapal tunda yang usianya sudah tua akan direlokasikan ke pelabuhan lain yang kapasitasnya lebih kecil,” imbuhnya.
Berdasarkan data kinerja Pelindo III Cabang Tanjung Perak, trafik di pelabuhan tersebut mengalami peningkatan dengan rerata pertumbuhan petikemas 6,5% pada tahun lalu.
Pada 2015, tercatat kapal yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mencapai 77,1 juta Gross Tonnage (GT) dengan total unit 13.452 unit. Sedangkan General Cargo mencapai 4,6 juta ton/m3, dan layanan di curah kering mencapai 7,25 juta ton, curah cair 2,72 ton, dan petikemas 3,15 juta TEUs.
Sementara pada 2016 tercatat, 92,6 juta GT dengan total kapal 14.493 unit, general cargo mencapai 5 juta ton/m3, dan layanan curah kering mencapai 7,71 juta ton, curah cair 2,23 juta ton, dan petikemas 3,35 juta TEUs.
Dia mengatakan, melihat tren peningkatan trafik pelabuhan tersebut, pihaknya setiap tahun rutin melakukan pengerukan kolam dermaga. Saat ini kondisi kedalaman kolam dermaga di Pelabuhan Perak yakni mencapai minus 10 meter (di bawah permukaan air laut).
“Kalau tidak dikeruk sepanjang tahun lama-lama kedalamannya hanya jadi minus 9 meter, makanya perlu maintenance,” katanya.(r7)