Wali Kota Tak Serius Berdayakan OKP, GP Ansor Siap Tangkal Berita 'Hoax'

foto : pengurus baru PC Ansor Surabaya


Surabaya,(DOC) Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) kota Surabaya, menilai Wali kota Tri Rismaharini masih belum sepenuhnya serius memikirkan keberadaan organisasi kepemudaan (OKP) di wilayahnya.
Ketua PC-GP Ansor kota Surabaya, H. Farid Afif, menyatakan, sejak kepemimpinan Wali kota Tri Rismaharini selama 2 periode, eksistensi OKP di wilayah kota Surabaya terkesan di biarkan agar tidak berkiprah mewarnai perkembangan dan kemajuan kota.
“Kami merasakan itu terjadi. Padahal sebelum Bu Risma(Tri Rismaharini,red) memimpin Surabaya, kiprah dan pendapat OKP selalu menjadi pertimbang setiap kebijakan pemerintah. Bukan kita saja yang merasakan, tapi hamper semua OKP yang kita temui, juga mengutarakan hal yang sama,” ungkap H. Farid Afif, disaat pertemuan perkenalan pengurus baru Ansor kepada wartawan Pokja dewan, di pressroom DPRD kota Surabaya, Kamis(7/9/2017) siang.
Ia menambahkan, keberadaan OKP di Kota Surabaya ini semestinya bisa menjadi garda terdepan bagi Pemkot Surabaya untuk menangkal berita-berita ‘hoax’ di media sosial (Medsos) yang meresahkan warga. Jika OKP diberdayakan, hal itu akan effektif, karena, lanjut dia, para pengguna Medsos kebanyakan dari kalangan pemuda.
“Terkait hoax, di kepengurusan Ansor yang baru ini sudah terbentuk tim siber berfungsi menyaring seluruh pemberitaan di Medsos. Jika ternyata hoax, maka kami bisa turut berperan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, utamanya kaum muda,” tandasnya.
Pertemuan yang berlangsung singkat ini, juga membahas soal kerjasama antara PC Ansor Surabaya dan wartawan Pokja Dewan dalam hal pemberitaan. Farid berjanji dalam Kepengurusan baru PC Ansor periode 2017 – 2022, hubungan GP Ansor dengan wartawan akan lebih di intensifkan.
“Kami akui Ansor sempat fakum. Tapi kali ini akan kita hidupkan lagi,” pungkasnya.(rob)