Wisatawan Keluhkan Tiket Ganda di Tumpak Sewu, Diduga Ada Pungli

Wisatawan Keluhkan Tiket Ganda di Tumpak Sewu, Diduga Ada PungliLumajang,(DOC) – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) mencuat di kawasan wisata Air Terjun Tumpak Sewu. Sejumlah wisatawan mengeluhkan penarikan tiket tambahan di area dasar Sungai Glidik yang videonya viral di media sosial.

Dalam video tersebut, seorang oknum terlihat menarik biaya langsung dari wisatawan yang hendak menuju air terjun. Oknum itu mengaku menjalankan penarikan atas nama pengelolaan BUMDes setempat.

Bacaan Lainnya

Tumpak Sewu dikenal sebagai destinasi unggulan di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Pintu masuk utama berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, sedangkan area air terjun berbatasan dengan Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Malang.

Pengelola Tumpak Sewu dari Desa Sidomulyo langsung melaporkan lima orang dari pihak pengelola Coban Sewu, Malang ke Polres Lumajang terkait dugaan penarikan tiket ganda.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Lumajang, Galih, mengatakan pihaknya ikut mendampingi perwakilan BUMDes Sidomulyo dalam pelaporan tersebut.

“Hari ini kami mendampingi teman-teman BUMDes Sidomulyo Pronojiwo melaporkan kejadian ini ke Polres Lumajang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (11/4/2026) ketika sejumlah oknum menarik tiket di area bawah Sungai Glidik. Mereka mematok tarif Rp20 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp50 ribu untuk wisatawan mancanegara.

Langgar Kesepakatan

Galih menegaskan, praktik tersebut melanggar kesepakatan antara pengelola Lumajang dan Malang. Dalam kesepakatan yang difasilitasi PUSDA Provinsi Jawa Timur, penarikan tiket hanya boleh dilakukan satu kali di pintu masuk atas.

“Tidak boleh ada penarikan di bawah. Itu sudah menjadi kesepakatan bersama,” tegasnya.

Sejumlah pemandu wisata sempat memprotes penarikan tersebut. Namun, mereka tetap membayar demi menghindari konflik dan menjaga kenyamanan wisatawan.

BUMDes Sidomulyo kemudian mengganti biaya yang sudah dikeluarkan para pemandu agar wisatawan tidak dirugikan.

“Untuk menjaga nama baik wisata, teman-teman guide yang membayar, lalu diganti oleh BUMDes,” tambah Galih.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2024, Ratusan Guru Madin Lumajang Deklarasi Dukungan untuk Prabowo-Gibran

Sehari setelah kejadian, pengelola dari Pronojiwo mendatangi lokasi untuk klarifikasi. Adu argumen sempat terjadi, namun situasi tetap terkendali.

Polres Lumajang membenarkan adanya laporan dugaan pungli tersebut dan langsung menindaklanjutinya.

“Benar, ada aduan terkait dugaan pungli di Tumpak Sewu. Anggota sudah kami terjunkan ke lokasi,” ujar perwakilan Humas Polres Lumajang.(r7)

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan praktik pungli tersebut.(r7)

Pos terkait