Atasi Bencana NTT, Bulog Masifkan Pasokan 1.300 Ton Beras dan Mobilisasi Stok Antar-Pulau

Atasi Bencana NTT, Bulog Masifkan Pasokan 1.300 Ton Beras dan Mobilisasi Stok Antar-Pulau
Distribusi bantuan Bulog untuk korban terdampak gempa NTT. (Foto: Ist)

Jakarta, (DOC) Perum Bulog bergerak cepat mengamankan ketahanan pangan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tak sekadar memastikan distribusi 1.321,5 ton beras dan 7.000 liter Minyakita menjangkau tujuh kabupaten terdampak, Bulog kini tengah memobilisasi puluhan ribu ton beras dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat cadangan pangan di NTT.

Penanganan tanggap darurat ini dipantau ketat setiap hari melalui posko bencana di tingkat pusat maupun daerah guna menjamin pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas gempa.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan proses penyaluran bantuan bantuan pangan di wilayah terdampak sejauh ini berjalan tanpa kendala.”Sampai dengan hari ini penyaluran berjalan dengan baik dan lancar. Terus kami update sepanjang hari setiap hari di posko bantuan bencana di pusat maupun di daerah,” ujar Rizal, Rabu (2/9/2026).

Untuk menyokong penyaluran tersebut, Bulog menyalurkan beras dari pelbagai sumber, meliputi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah sebanyak 101,8 ton, bantuan pangan 472,9 ton, serta Cadangan Beras Pemerintah untuk bencana alam mencapai 881,9 ton.

Di samping membagikan bantuan darurat, Bulog juga mengambil langkah strategis menjaga pasokan jangka panjang. Saat ini stok beras di 46 unit gudang Bulog se-NTT tercatat berada di angka 24.134 ton dari total kapasitas 50.400 ton.

Demi mempertebal stok tersebut, pengiriman beras skala besar dari luar pulau terus dipacu melalui jalur laut, termasuk pengiriman 3.000 ton beras dari Banten.

“Kanwil Jawa Timur kami kirim sekitar 20.996.000 kilogram dan bergerak 98 persen. 8.550 ton dari Sulselbar atau Sulsel totalnya adalah 41,52 persen sedang dalam perjalanan. Kanwil NTB sekitar 35.250 ton dengan total sudah mencapai 82,35 persen, ini sedang perjalanan,” kata Rizal.

Rizal menambahkan bahwa sebagian pasokan lainnya kini telah bertambat di pelabuhan dan memasuki tahap bongkar muat sebelum digeser ke gudang-gudang penyimpan.

Baca Juga:  Program Cek Kesehatan Gratis Telah Jangkau 29 Juta Warga

“Sedangkan yang sudah sampai di pelabuhan bongkar muat total sekitar 5.424.000 ton. Jadi ini yang sedang bongkar muat, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa langsung dikirim ke masing-masing gudang,” ucapnya.

Kelancaran distribusi pasokan hingga ke tangan warga terdampak tak lepas dari sinergi lintas instansi yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, BNPB, kementerian terkait, hingga perangkat desa di lapangan.

“Bulog bersinergi dengan Kementerian Koordinator PMK, Menteri Dalam Negeri, TNI beserta jajaran, Polri beserta jajaran, Menteri Sosial, Menteri Pertanian, Kepala Bapanas, BNPB,” ungkap Rizal.

Ia menegaskan bahwa integrasi seluruh lini ini menjadi kunci utama agar penanganan dampak bencana dapat berjalan seoptimal mungkin. “Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk bagaimana semaksimal mungkin Bulog mampu menyalurkan bantuan-bantuan bencana yang diharapkan dari saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” tuturnya.

Pos terkait