Muktamar Ke-35 NU Dimulai, Kombinasi Tokoh Sepuh-Muda dan Digitalisasi Organisasi Jadi Sorotan Utama

Muktamar Ke-35 NU Dimulai, Kombinasi Tokoh Sepuh-Muda dan Digitalisasi Organisasi Jadi Sorotan Utama
Acara pertama Muktamar ke-35 NU di Jombang. (Foto: Ist)

Jombang, (DOC) Rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi bergulir di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). Mengawali agenda dengan pembahasan tata tertib (tatib) persidangan, gelaran tertinggi jam’iyyah ini menegaskan komitmen modernisasi organisasi melalui penguatan digitalisasi dan akselerasi regenerasi kepemimpinan.

Katib Syuriyah PBNU, Asrorun Niam Soleh, menyampaikan bahwa tatib disusun sebagai code of conduct agar seluruh jalannya musyawarah berlangsung mulus, guyub, dan berorientasi jangka panjang demi meletakkan fondasi perkhidmatan NU di abad kedua.

Bacaan Lainnya

“Harapannya seluruh pembahasan dapat berjalan secara smooth dan menghasilkan keputusan strategis untuk fondasi perkhidmatan NU memasuki abad keduanya,” kata Niam di lokasi muktamar.

Selain menyiapkan materi strategis mulai dari struktur organisasi, program kerja, rekomendasi, hingga Bahtsul Masail Niam menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang agile (lincah) dan adaptif terhadap perubahan zaman melalui digitalisasi.

Tak hanya itu, komposisi kepemimpinan NU ke depan juga didorong untuk memadukan pengalaman para ulama senior dengan kekuatan generasi muda. “Harus ada komitmen untuk mengkombinasi antara elemen sepuh dan juga elemen-elemen muda untuk kepentingan akselerasi regenerasi,” terang Niam.

Wajah baru penataan organisasi yang modern langsung terasa di arena sidang. Sisi operasional persidangan menerapkan sistem verifikasi digital yang ketat, di mana seluruh muktamirin wajib memindai barcode pada Kartu Tanda Anggota sebelum memasuki ruangan.

Rangkaian sidang pun berlangsung kondusif dengan penjagaan ketat gabungan dari personel kepolisian dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Baca Juga:  Forum Aktivis NU Jatim Ungkap Kriteria Pemimpin PBNU di Abad Kedua

Pos terkait