
Jombang, (DOC) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan kekagumannya terhadap lagu Syubbanul Wathon atau Ya Lal Wathon saat membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Kepala Negara menilai mars resmi NU tersebut sebagai karya yang sangat patriotik dan nasionalis, sekaligus bukti nyata besarnya peran serta visi kebangsaan para ulama pendiri NU dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Lagu ini dibuat oleh kelompok religius, tetapi semangatnya adalah cinta Tanah Air dan nasionalisme yang luar biasa,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan peserta Muktamar dan para kiai sepuh.
Presiden ke-8 RI tersebut secara khusus menyoroti sejarah terciptanya lagu pengobar semangat perjuangan itu. Ia terkesan karena KH Abdul Wahab Chasbullah telah merumuskan visi kebangsaan yang amat progresif jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Yang menarik, lagu ini diciptakan oleh Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah belasan tahun sebelum proklamasi kemerdekaan. Pada waktu itu kita belum tahu bentuk negaranya seperti apa, bahkan namanya belum begitu jelas, tetapi pemimpin-pemimpin agama kita sudah berani membuat lagu yang begitu patriotik,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan posisinya yang tidak ikut campur atau mengintervensi dinamika internal dalam forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut.
“Saya tidak mengatur ini semua. Saya juga tidak mengerti, tapi ya, kita menerima ini semua,” kata Prabowo.
Bagi Prabowo, mendapat kehormatan untuk membuka Muktamar Ke-35 NU merupakan bentuk penghargaan besar, mengingat NU adalah institusi bersejarah yang rekam jejaknya tak terpisahkan dari berdirinya Republik Indonesia.





