Dugaan Pelarangan Penggunaan Hijab di Unhan, Kemhan Berikan Pernyataan

Jakarta (DOC) – Pasca heboh di media sosial tentang Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) RI yang melarang mahasiswanya menggunakan hijab, Kemhan berikan pernyataan.

Bacaan Lainnya

Unhan merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mengkhususkan diri pada studi pertahanan, dan secara teknis fungsional dibina langsung oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan).

Setelah sebelumnya viral mengenai larangan penggunaan hijab bagi Kadet/Mahasiswa Unhan, lewat siaran pers dengan nomor SP/17/VII/2026/ROINFOHAN yang diunggah di akun Instagram resmi Unhan (@unhan_ri), Kemhan berikan pernyataan.

Kemhan menegaskan bahwasanya memang di dalam Peraturan Rektor Unhan RI Nomor 28 Tahun 2025 tentang Pedoman Kehidupan Kadet Universitas Pertahanan tidak terdapat ketentuan yang secara spesifik melarang penggunaan hijab bagi Kadet perempuan.

“Dalam kehidupan sehari-hari, Kadet perempuan Muslim dapat menggunakan hijab ketika berada di lingkungan tempat tinggal atau mess serta pada kegiatan tertentu di luar kampus, termasuk saat melaksanakan magang,” tulis Kemhan, dikutip Selasa (25/08/2026)

Kendati demikian, Kemhan memang menyatakan adanya informasi tidak digunakannya hijab pada saat Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang dilaksanakan di Magelang, dengan alasan khawatir mengganggu keluasan gerak pada saat sesi latihan.

“Ketentuan tersebut diterapkan pada kegiatan tertentu dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan selama latihan, khususnya kegiatan yang membutuhkan keleluasaan gerak maupun penggunaan perlengkapan latihan,” terang Kemhan.

Sebagai evaluasi untuk ke depannya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, telah memberikan arahan agar ketentuan penggunaan seragam Kadet Unhan disesuaikan dengan mengakomodasi penggunaan hijab bagi Kadet perempuan Muslim.

“Penyesuaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperjelas ketentuan yang sebelumnya belum secara spesifik mengatur penggunaan hijab bagi Kadet perempuan Muslim, sehingga ke depan terdapat kesamaan pemahaman dan penerapan dalam seluruh kegiatan pendidikan Kadet Unhan,” tutup Biro Infohan Setjen Kemhan RI pada siaran pers tersebut. (rd)