Bakom RI Tanggapi Santai Penurunan Kepuasan Prabowo versi SMRC: Survei Itu Dinamis

Bakom RI Tanggapi Santai Penurunan Kepuasan Prabowo versi SMRC: Survei Itu Dinamis
Kepala Bakom RI, Qodari saat ditemui di Surabaya. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menanggapi santai rilis hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat penurunan tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap Presiden Prabowo Subianto. Pihak Bakom menegaskan bahwa fluktuasi hasil survei adalah hal wajar karena sifat opini publik yang dinamis.

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menilai dinamika angka kepuasan publik sangat bergantung pada momentum saat survei dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Pertama, yang namanya survei itu potret opini publik, dia dinamis, bisa naik, bisa turun. Jadi, kalau kemarin beberapa bulan lalu seperti di laporan SMRC 80 persen, sekarang 50 persen, ya, InsyaAllahnanti 80 persen lagi,” ujar Qodari di Surabaya, Rabu (29/7/2026).

Qodari menyampaikan bahwa pemerintah masih menunggu hasil riset dari lembaga survei lain sebagai bahan perbandingan. Menurutnya, jika ditinjau dari indikator makro, kondisi fundamental ekonomi dan stabilitas politik nasional saat ini justru menunjukkan tren yang sangat positif.

“Pertumbuhan ekonomi [mencapai] 5,61 persen, kemudian inflasi kita juga terkendali di angka 3 persen. Saya dapat informasi dari Ketua LPS, Pak Anggito Abimanyu, bahwa tingkat pertumbuhan tabungan masyarakat masih berlangsung,” jelasnya.

Dari segi peta politik, Qodari menegaskan bahwa posisi pemerintah sangat solid berkat dukungan mayoritas partai politik terhadap program-program strategis Presiden Prabowo. “Secara politik kita sangat kokoh, koalisinya besar, semua mendukung program-program dari Bapak Presiden,” tambahnya.

Qodari mengimbau masyarakat untuk melihat realita kinerja pemerintah secara obyektif di lapangan. Ia mengklaim berbagai program strategis telah membuahkan hasil nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita lihat hari ini bagaimana apa yang direncanakan dan dicita-citakan menjadi kenyataan. Harusnya kita melihat realisasi dan capaian-capaian yang sudah begitu banyak, mulai dari swasembada pangan hingga tingkat kesejahteraan petani yang meningkat,” tuturnya.

Baca Juga:  Reshuffle Kabinet Merah Putih, Ini Daftar 6 Pejabat Baru yang Dilantik

Meski demikian, Qodari menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap temuan lembaga riset. Hasil kajian SMRC tetap dijadikan bahan evaluasi internal.

“Kita menerima dan merespons semua masukan sebagai sesuatu yang berharga untuk melakukan perbaikan kinerja ke depan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis riset nasional bertajuk ‘Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden’ yang digelar pada 5–19 Juli 2026.

Survei tersebut mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan sebesar 30,1 poin persentase dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Survei ini melibatkan 749 responden warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi wawancara telepon (double sampling, 605 responden) dan wawancara tatap muka (stratified multistage random sampling, 144 responden). Toleransi kesalahan (margin of error) diperkirakan sebesar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pos terkait