D-ONENEWS.COM

6 Kandidat Bacawali dan 9 Bacawawali Berebut Rekom DPP PDIP

Foto: Wimbo Ernanto

Surabaya,(DOC)- Pilkada Surabaya masih akan digelar September 2020. Tapi suhu pesta demokrasi memperebutkan kursi wali kota dan wakil wali kota yang kini diduduki Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana itu sudah memanas.

Bahkan, PDI Perjuangan sudah membuka pendaftaran bagi kandidat yang ingin maju sebagai bakal calon wali kota (bacawali) maupun bakal calon wakil wali kota (bacawawali) lewat pintu PDI Perjuangan.

Hasilnya, sejak dibuka hingga ditutup 14 September 2019, DPC PDI Perjuangan berhasil menjaring sembilan kandidat . Dari jumlah itu, lima kandidat mendaftar sebagai bacawali, yakni Whisnu Sakti Buana, Sutjipto Joe Angga, Eddy Tarmidi, Dyah Katarina dan Sri Setyo Pratiwi.

Sedang empat kandidat lainnya mendaftar sebagai bacawawali. Mereka adalah Armudji, Chrisman Hadi, Anugerah Ariyadi dan Ahmad Yunus.

“Mereka semua sudah mengembalikan formulir pendaftaran ke DPC. Terakhir yang mengembalikan adalah Ahmad Yunus,” kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Bidang Pemenangan Pemilu, Wimbo Ernanto, kepada d-onenews.com, Minggu (15/9/2019).

Ahmad Yunus, menurut Wimbo, mengembalikan formulir di kantor DPC PDI Perjuangan di Jl.Setail 8 Surabaya, Sabtu (14/9/2019) malam. Sebelumnya, Anugerah Ariyadi lebih dulu mengembalikan berkas pada sore harinya. Mantan anggota DPRD Surabaya ini datang dengan diantar para pendukungnya yang berasal dari beberapa paguyuban. Antara lain Paguyuban Bambu Runcing, Paguyuban Gotong Royong, Paguyuban Panser dan Paguyuban Sekar Melati.

Setelah sembilan nama kandidat tersebut mengembalikan formulir dan berkas persyaratan, sambung Wimbo, akan dilakukan verifikasi dan validasi. Selanjutnya, sesuai mekanisme berkas akan diserahkan ke DPD PDI Perjuangan Jatim. Terakhir, DPD akan menyerahkan berkas ke DPP untuk mendapatkan rekomendasi.

“Tugas DPC memang hanya mekakukan penjaringan dan selanjutnya nama-nama yang masuk kami serahkan ke DPD. Kemudian, dari DPD berkas diserahkan ke DPP untuk mendapatkan rekom. Jadi, siapa yang nantinya mendapat rekom sebagai bacawali maupun bacawawali, sepenuhnya menjadi kewenangan DPP, dalam hal ini Ketua Umum Megawati Soekarnoputri,” terangnya.

Wimbo Ernanto juga menjelaskan, selain DPC, pengambilan formulir pendaftaran juga bisa dilakukan di DPD dan DPP. Bedanya, di DPC penjaringan khusus untuk kader internal PDI Perjuangan. Sedang di DPD dan DPP terbuka untuk masyarakat umum.

Sehingga, sembilan nama kandidat yang sudah terjaring di DPC PDI Perjuangan Surabaya, belum tentu direkom DPP. Termasuk Whisnu Sakti Buana yang kini masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya. “Karena yang mendaftar kan tidak hanya melalui DPC, tapi juga bisa lewat DPD dan DPP,” tutur Wimbo.

Bagaimana dengan DPD? Sejak pendaftaran dibuka di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim Jl.Kendangsari Surabaya, sampai Sabtu (14/9/2019), tercatat ada enam nama yang masuk. Yakni, Ony Setiawan, Haries Purwoko, Dwi Astuti, Lia Istifhana dan Warsito. Mereka mendaftar sebagai bacawawali. Satunya lagi Laksamana Muda Untung Suropati. Mantan Kadispen TNI AL ini mendaftar sebagai bacawali.

Para kandidat yang terjaring DPC dan DPD tersebut akan berebut rekom DPP. Baik sebagai bacawali maupun bacawawali. Belum termasuk yang mendaftar langsung lewat DPP.

Khusus untuk bacawali, Whisnu Sakti Buana akan bersaing dengan lima kandidat lainnya untuk mendapatkan rekom DPP. Sedang untuk bacawawali akan diperebutkan sembilan kandidat, termasuk diantaranya Armudji.

Menanggapi hal ini, baik Whisnu Sakti Buana maupun Armuji menyatakan siap, tunduk dan patuh pada keputusan partai, dalam hal ini DPP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. “Sebagai kader dan petugas partai, saya memang harus taat, tunduk dan patuh pada keputusan partai. Apapun keputusannya akan saya terima,” kata Armudji yang kini menjadi anggota DPRD Jatim. Bahkan, mantan ketua DPRD Surabaya yang akrab disapa Cak Ji ini mengaku siap mundur dari DPRD Jatim kalau mendapat rekom dari DPP. (jipin)

Loading...

baca juga